Soekry

Juni, 19-2008

Cara lain menghemat IP Address

Diarsipkan di bawah: jaringan — soekry @ 2:13 am

Misi awal Internet adalah sebagai jaringan komunikasi non-profit. Pada awalnya, Internet didesain tanpa memperhatikan dunia bisnis. Kemudian hal ini menjadi masalah sekarang dan di masa depan. Dengan semakin banyaknya penghuni Internet, baik pencari informasi maupun penyedia informasi, maka kebutuhan akan pengalamatan di Internet makin membengkak. Kebutuhan besar akan IP address biasanya terjadi di jaringan komputer perusahaan dan LAN-LAN di lembaga pendidikan.
IP address sebagai sarana pengalamatan di Internet semakin menjadi barang mewah dan ekslusif. Tidak sembarang orang sekarang ini bisa mendapatkan IP address yang valid dengan mudah. Oleh karena itulah dibutuhkan suatu mekanisme yang dapat menghemat IP address. Logika sederhana untuk penghematan IP address ialah dengan meng-share suatu nomor IP address valid ke beberapa client IP lainnya. Atau dengan kata lain beberapa komputer bisa mengakses Internet walau kita hanya memiliki satu IP address yang valid. Salah satu Mekanisme itu disediakan oleh Network Address Translation (NAT)

Beberapa Konsep Dasar
Sebelum kita membahas lebih lanjut ada baiknya kita urai kembali konsep-konsep dasar yang harus dipahami sebelum masuk ke NAT. Diantaranya adalah TCP/IP, Gateway/Router, dan Firewall.

TCP/IP
Protokol yang menjadi standar dan dipakai hampir oleh seluruh komunitas Internet adalah TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). Agar komputer bisa berkomunikasi dengan komputer lainnya, maka menurut aturan TCP/IP, komputer tersebut harus memiliki suatu address yang unik. Alamat tersebut dinamakan IP address. IP Address memiliki format sbb: aaa.bbb.ccc.ddd. Contohnya: 167.205.19.33
Yang penting adalah bahwa untuk berkomunikasi di Internet, komputer harus memiliki IP address yang legal. Legal dalam hal ini artinya adalah bahwa alamat tersebut dikenali oleh semua router di dunia dan diketahui bahwa alamat tersebut tidak ada duplikatnya di tempat lain. IP address legal biasanya diperoleh dengan menghubungi InterNIC.
Suatu jaringan internal bisa saja menggunakan IP address sembarang. Namun untuk tersambung ke Internet, jaringan itu tetap harus menggunakan IP address legal. Jika masalah routing tidak dibereskan (tidak menggunakan IP address legal), maka saat sistem kita mengirim paket data ke sistem lain, sistem tujuan itu tidak akan bisa mengembalikan paket data tersebut, sehingga komunikasi tidak akan terjadi.
Dalam berkomunikasi di Internet/antar jaringan komputer dibutuhkan gateway/router sebagai jembatan yang menghubungkan simpul-simpul antar jaringan sehingga paket data bisa diantar sampai ke tujuan.

Gateway/Router
Gateway adalah komputer yang memiliki minimal 2 buah network interface untuk menghubungkan 2 buah jaringan atau lebih. Di Internet suatu alamat bisa ditempuh lewat gateway-gateway yang memberikan jalan/rute ke arah mana yang harus dilalui supaya paket data sampai ke tujuan. Kebanyakan gateway menjalankan routing daemon (program yang meng-update secara dinamis tabel routing). Karena itu gateway juga biasanya berfungsi sebagai router. Gateway/router bisa berbentuk Router box seperti yang di produksi Cisco, 3COM, dll atau bisa juga berupa komputer yang menjalankan Network Operating System plus routing daemon. Misalkan PC yang dipasang Unix FreeBSD dan menjalankan program Routed atau Gated. Namun dalam pemakaian Natd, routing daemon tidak perlu dijalankan, jadi cukup dipasang gateway saja.
Karena gateway/router mengatur lalu lintas paket data antar jaringan, maka di dalamnya bisa dipasangi mekanisme pembatasan atau pengamanan (filtering) paket-paket data. Mekanisme ini disebut Firewall.

Firewall
Sebenarnya Firewall adalah suatu program yang dijalankan di gateway/router yang bertugas memeriksa setiap paket data yang lewat kemudian membandingkannya dengan rule yang diterapkan dan akhirnya memutuskan apakah paket data tersebut boleh diteruskan atau ditolak. Tujuan dasarnya adalah sebagai security yang melindungi jaringan internal dari ancaman dari luar. Namun dalam tulisan ini Firewall digunakan sebagai basis untuk menjalankan Network Address Translation (NAT).
Dalam FreeBSD, program yang dijalankan sebagai Firewall adalah ipfw. Sebelum dapat menjalankan ipfw, kernel GENERIC harus dimodifikasi supaya mendukung fungsi firewall. Ipfw mengatur lalu lintas paket data berdasarkan IP asal, IP tujuan, nomor port, dan jenis protocol. Untuk menjalankan NAT, option IPDIVERT harus diaktifkan dalam kernel.

DIVERT (mekanisme diversi paket kernel)
Socket divert sebenarnya sama saja dengan socket IP biasa, kecuali bahwa socket divert bisa di bind ke port divert khusus lewat bind system call. IP address dalam bind tidak diperhatikan, hanya nomor port-nya yang diperhatikan. Sebuah socket divert yang dibind ke port divert akan menerima semua paket yang didiversikan pada port tersebut oleh mekanisme di kernel yang dijalankan oleh implementasi filtering dan program ipfw. Mekanisme ini yang dimanfaatkan nantinya oleh Network Address Translator.
Itulah beberapa bahasan awal yang akan mengantar kita ke pembahasan inti selanjutnya.

Network Address Translation (NAT)
Dalam FreeBSD, mekanisme Network Address Translation (NAT) dijalankan oleh program Natd yang bekerja sebagai daemon. Network Address Translation Daemon (Natd) menyediakan solusi untuk permasalahan penghematan ini dengan cara menyembunyikan IP address jaringan internal, dengan membuat paket yang di-generate di dalam terlihat seolah-olah dihasilkan dari mesin yang memiliki IP address legal. Natd memberikan konektivitas ke dunia luar tanpa harus menggunakan IP address legal dalam jaringan internal.
Natd menyediakan fasilitas Network Address Translation untuk digunakan dengan socket divert. Natd mengubah semua paket yang ditujukan ke host lain sedemikian sehingga source IP addressnya berasal dari mesin Natd. Untuk setiap paket yang diubah berdasarkan aturan ini, dibuat tabel translasi untuk mencatat transaksi ini.
Dengan NAT, aturan bahwa untuk berkomunikasi harus menggunakan IP address legal, dilanggar.NAT bekerja dengan jalan mengkonversikan IP-IP address ke satu atau lebih IP address lain. IP address yang dikonversi adalah IP address yang diberikan untuk tiap mesin dalam jaringan internal (bisa sembarang IP). IP address yang menjadi hasil konversi terletak di luar jaringan internal tersebut dan merupakan IP address legal yang valid/routable.

Mekanisme NAT
Sebuah paket TCP terdiri dari header dan data. Header memiliki sejumlah field di dalamnya, salah satu field yang penting di sini adalah MAC (Media Access Control) address asal dan tujuan, IP address asal dan tujuan, dan nomor port asal dan tujuan.
Saat mesin A menghubungi mesin B, header paket berisi IP A sebagai IP address asal dan IP B sebagai IP address tujuan. Header ini juga berisi nomor port asal (biasanya dipilih oleh mesin pengirim dari sekumpulan nomor port) dan nomor port tujuan yang spesifik, misalnya port 80 (untuk web).
Kemudian B menerima paket pada port 80 dan memilih nomor port balasan untuk digunakan sebagai nomor port asal menggantikan port 80 tadi. Mesin B lalu membalik IP address asal & tujuan dan nomor port asal & tujuan dalam header paket. Sehingga keadaan sekarang IP B adalah IP address asal dan IP A adalah IP address tujuan. Kemudian B mengirim paket itu kembali ke A. Selama session terbuka, paket data hilir mudik menggunakan nomor port yang dipilih.
Router (yang biasa – tanpa Natd) memodifikasi field MAC address asal & tujuan dalam header ketika me-route paket yang melewatinya. IP address, nomor port, dan nomor sequence asal & tujuan tidak disentuh sama sekali.
NAT juga bekerja atas dasar ini. Dimulai dengan membuat tabel translasi internal untuk semua IP address jaringan internal yang mengirim paket melewatinya. Lalu men-set tabel nomor port yang akan digunakan oleh IP address yang valid. Ketika paket dari jaringan internal dikirim ke Natd untuk disampaikan keluar, Natd melakukan hal-hal sebagai berikut:
1. Mencatat IP address dan port asal dalam tabel translasi
2. Menggantikan nomor IP asal paket dengan nomor IP dirinya yang valid
3. Menetapkan nomor port khusus untuk paket yang dikirim keluar, memasukkannya dalam tabel translasi dan menggantikan nomor port asal tersebut dengan nomor port khusus ini.
Ketika paket balasan datang kembali, Natd mengecek nomor port tujuannya. Jika ini cocok dengan nomor port yang khusus telah ditetapkan sebelumnya, maka dia akan melihat tabel translasi dan mencari mesin mana di jaringan internal yang sesuai. Setelah ditemukan, ia akan menulis kembali nomor port dan IP address tujuan dengan IP address dan nomor port asal yang asli yang digunakan dulu untuk memulai koneksi. Lalu mengirim paket ini ke mesin di jaringan internal yang dituju. Natd memelihara isi tabel translasi selama koneksi masih terbuka.

Gambar Contoh Mekanisme Natd

Perbedaan dengan sistem Proxy
Hampir mirip dengan NAT, suatu jaringan kecil dengan proxy bisa menempatkan beberapa mesin untuk mengakses web dibelakang sebuah mesin yang memiliki IP address valid. Ini juga merupakan langkah penghematan biaya dibanding harus menyewa beberapa account dari ISP dan memasang modem & sambungan telepon pada tiap mesin.
Namun demikian, proxy server ini tidak sesuai untuk jaringan yang lebih besar. Bagaimanapun, menambah hard disk dan RAM pada server proxy supaya proxy berjalan efisien tidak selalu dapat dilakukan (karena constraint biaya). Lagi pula, persentase web page yang bisa dilayani oleh cache proxy akan makin menurun sejalan dengan semakin menipisnya ruang kosong di hard disk, sehingga penggunaan cache proxy menjadi tidak lebih baik dari pada sambungan langsung. Tambahan lagi, tiap koneksi bersamaan akan meng-generate proses tambahan dalam proxy. Tiap proses ini harus menggunakan disk I/O channel yang sama, dan saat disk I/O channel jenuh, maka terjadilah bottle neck.
NAT menawarkan solusi yang lebih fleksibel dan scalable. NAT menghilangkan keharusan mengkonfigurasi proxy/sock dalam tiap client. NAT lebih cepat dan mampu menangani trafik network untuk beribu-ribu user secara simultan.
Selain itu, translasi alamat yang diterapkan dalam NAT, membuat para cracker di Internet tidak mungkin menyerang langsung sistem-sistem di dalam jaringan internal. Intruder harus menyerang dan memperoleh akses ke mesin NAT dulu sebelum menyiapkan serangan ke mesin-mesin di jaringan internal. Penting di ketahui bahwa, sementara dengan NAT jaringan internal terproteksi, namun untuk masalah security, tetap saja diperlukan paket filtering dan metoda pengamanan lainnya dalam mesin NAT.

Contoh Kasus Installasi Natd

Sebuah perusahaan kecil memiliki sejumlah komputer dan sambungan ke Internet. Komputer-komputer itu saat ini telah membentuk suatu LAN. Sambungan Internet-nya diasumskan berupa dedicated T1 link

Langkah-langkah yang harus dilakukan
1. Installasi FreeBSD
Sediakan satu komputer untuk dijadikan Gateway. Penulis menyarankan penggunaan FreeBSD RELEASE 2.2.6 (Natd hanya jalan di FreeBSD 2.2.1 ke atas), karena selain gratis juga requirement hardware-nya tidak terlalu boros. PC 486 dengan 16 MB memory dan HD 850 MB juga sudah cukup mewah.
Untuk mengetahui proses installasi FreeBSD, silahkan baca kembali tulisan-tulisan di Infokomputer sebelumnya dan manual FreeBSD sendiri.
2. Installasi Gateway
Pasang 2 network interface agar mesin ini menjadi gateway. Network Card (misal NE2000 atau 3COM) satu dihubungkan ke jaringan internal dan satu lagi untuk koneksi ke ISP. Misalnya dua-duanya NE2000 Compatible. maka nick untuk card yang menghadap ke dalam adalah ed0 dan untuk card yang menghadap keluar adalah ed1.
Pastikan juga option gateway = ”YES” tertulis dengan benar dalam file rc.conf. Atau bisa juga dengan mengetik perintah: sysctl -w net.inet.ip.forwarding=1

3. Installasi Firewall
Pasang IP firewall di mesin FreeBSD ini. Caranya adalah :
a. Edit kernel source di /usr/src/sys/i386/conf
Tambahkan option-option berikut ini pada file kernel.

options IPFIREWALL
options IPFIREWALL_VERBOSE
options “IPFIREWALL_VERBOSE_LIMIT=100”
options IPDIVERT

b. Compile kernel tersebut
c. Aktifkan firewall di rc.conf dengan menambahkan

firewall=”YES”
firewall_type=”OPEN”

3. Installasi Natd
Langkah-langkahnya adalah sbb:
a. Download source nya di ftp://ftp.suutari.iki.fi/pub/natd
b. Unzip dan untar archive tersebut dengan perintah
gzip -dc natd_1.12.tar.gz | tar -xvf -
c. Lakukan make dan make install di direktori yang dihasilkan. Ketikkan perintah berikut:
cd natd_1.12
make
make install
d. Edit startup file supaya Natd berjalan secara otomatis
Buat file natd.sh di /usr/local/etc/rc.d. Isi file tersebut adalah

#!/bin/sh
/sbin/ipfw -f flush
/sbin/ipfw add divert 13494 ip from any to any via ed0
/sbin/ipfw add pass all from 127.0.0.1 to 127.0.0.1
/sbin/ipfw add pass ip from any to any
/usr/local/sbin/natd -port 13494 -interface ed0

Arti dari file ini adalah:
 Hapuskan semua rule firewall
 Tambahkan feature divert di port 13494 (Anda bisa mengganti ini dengan port yang Anda inginkan) untuk mendiversi paket dari dan ke gateway lewat interface ed0
 Bolehkan semua paket lewat di atas local host
 Bolehkan semua paket IP lewat semua interface
 Jalankan Natd dengan menjadi daemon yang menunggu di port 13494 via interface ed0.
e. Reboot mesin FreeBSD-nya supaya setting bisa diaktifkan.

4. Konfigurasikan TCP/IP Client.
Jadikan nomor IP card ed0 di FreeBSD sebagai gateway dari tiap workstation, IP tiap-tiap work station harus berada dalam network yang sama dengan card ed0 yang ada di mesin gateway. Misal ed0 di-beri nomor IP 192.168.1.1 dan ed1 167.205.19.5, maka workstation diberi nomor IP 192.168.1.2 s/d 192.168.1.14 jika digunakan mask 16 atau 255.255.255.240. ed1 adalah interface yang memiliki IP address valid

Setelah semuanya langkah-langkah di atas dijalankan dengan baik maka, applikasi Internet di client siap dijalankan via NAT.
Untuk kasus lain misalnya sambungan ke Internet-nya menggunakan modem, maka mekanismenya sama saja, tinggal diganti interface di gateway yang menghadap keluar dengan interface modem (tun0) dan jalankan program ppp untuk men-dial ISP-nya. Khusus untuk dial-out, ppp sebenarnya memiliki mekanisme sendiri untuk kasus ini yaitu dengan option -alias. Jadi jika kita menjalankan ppp dengan option -alias maka kita tidak perlu menjalankan Natd, karena option ini menyediakan fasilitas yang sama dengan Natd khusus untuk dial-out.
Natd hanyalah salah satu cara untuk menghemat persediaan IP address yang semakin menipis. Dengan adanya fakta bahwa untuk bergabung ke Internet, host pencari informasi (Client) sebenarnya tidak perlu memiliki IP address legal, maka IP address legal tersebut bisa dicadangkan untuk host-host penyedia informasi (Server). Penelitian untuk terus memperbaiki performansi Internet ini masih terus dikembangkan. Sekarang ini juga sedang dikembangkan model IP versi baru yaitu IP versi 6 (IPv6), yang bisa menampung lebih banyak lagi komputer-komputer di Internet. Namun demikian untuk kondisi sekarang, Natd masih merupakan solusi ampuh sebelum IPv6 diterapkan.

Juni, 18-2008

Instalasi SuSE

Diarsipkan di bawah: linux — soekry @ 10:32 pm

SuSE dapat langsung diinstal tanpa mempergunakan disket pada komputer yang sudah memiliki sistem operasi Windows atau DOS. Untuk sistem operasi lainnya, instalasi membutuhkan disket untuk inisialisasi kernel di komputer. Sebelum memulai instalasi, pastikan Anda mempersiapkan hal-hal sebagaimana dibahas dalam tahapan pre instalasi di sub bab sebelumnya. Berikut langkah-langkah instalasi SuSE :

  1. Masukkan CD-ROM SuSE
  2. Jika Anda masih berada di Microsoft Windows, restart komputer ke dalam MSDOS mode.
  3. Pindah ke drive dimana CD-ROM SuSE berada (misalnya D:\).
  4. Saat berada di drive CD-ROM, jalankan program setup. D:\> setup
  5. Pertama kali muncul adalah pilihan bahasa. Anda bisa pilih Bahasa Indonesia atau Inggris. Contoh dalam langkah instalasi berikut menggunakan pilihan Bahasa Inggris.
  6. Kemudian muncul pertanyaan drive tempat CD-ROM berada. Ketikkan D:\ atau E:\ , tergantung komputer Anda.
  7. Berikutnya adalah metode instalasi. Pilihan yang ada adalah :
    1. CD; jika Linux sudah mendukung CD-ROM yang Anda miliki.
    2. Hard disk; jika Linux sudah disalin dari CD-ROM ke hard disk.
  8. Selanjutnya adalah pemilihan kernel. Kernel adalah program utama Linux, inti dari sistem operasinya. SuSE menyediakan beberapa pilihan kernel yang sudah dikompilasi sebelumnya untuk mendukung perangkat keras secara spesifik. Misalnya kernelEIDE01 untuk perangkat keras(E)IDE secara umum, atau kernelSCSI01 untuk SCSI Adapter Aic 7xxx (Adaptec 274x). Pemilihan kernel ini tergantung konfigurasi komputer masing-masing.
  9. Masukkan parameter kernel. Jika Anda tidak mengetahuinya, langsung tekan enter.
  10. Berikutnya SuSE akan menanyakan apakah Anda menginginkan untuk instal Loadlin sekarang? Loadlin adalah program yang dijalankan di DOS untuk menginisialisikan kernel (menjalankan Linux) lewat MSDOS. Jawab ya jika Anda belum memilikinya, dan sebaliknya.
  11. Selesai proses instalasi Loadlin, kernel akan langsung dijalankan. Untuk inisialisasi kernel, secara otomatis dijalankan perintah :LOADLIN E:/suse/images/EIDE01 root=200 rw 2 InitrdE:/suse/images/initdisk.gz lang=english

    Jika Anda pelajari instalasi Slackware pada bagian sebelumnya, maka disini ditemukan metode yang serupa. Perintah pertama meminta loadlin untuk menjalankan kernelEIDE01, yang terletak di direktori E:/suse/images, dan status read write. Perintah kedua meminta initrd untuk menjalankan initdisk.gz dengan Bahasa Inggris (tergantung pilihan bahasa sebelumnya) setelah kernel berhasil diinisialisasi. Pada instalasi Slackware, tugas ini dijalankan oleh disk boot dan disk root. Perintah diatas mengeluarkan pesan di monitor:

    Load Linux now!

  12. Dari perintah kedua, initrd akan menjalankan Linuxrc (Versi 0.91) ke dalam komputer Anda. Pertama kali Anda harus memilih monitor. Anda dapat memilih monitor monokrom (hitam putih) atau warna. Berikut menu utama (Main Menu) Linuxrc, jalankan pengaturan dalam menu-menu berikut secara berurutan.
    1. Settings, meliputi
      • Language; untuk pengaturan bahasa
      • Display; untuk pengaturan monitor
      • Keymap; untuk pengaturan keyboard
      • Debug; pilihan untuk pengguna Linux tingkat lanjut. Isinya berupa pilihan Animation, Force rootimage, Enter rootimage, Instalation system, Scripting NFS port. Jika tidak tahu, Anda dapat abaikan pilihan ini, dan relatif tidak mengganggu proses instalasi secara keseluruhan.
    2. System Information, meliputi
      • Kernel Messages; Seluruh pesan yang disampaikan kernel saat booting (termasuk pengenalan perangkat keras). Dari pesan kernel ini Anda dapat mengetahui perangkat mana yang sudah didukung oleh kernel dan mana yang belum.
      • Hard disk /CD-ROMs; Catatan hard disk dan CD-ROM yang dikenali oleh kernel.
      • Modules; Catatan tentang driver perangkat keras (di Linux disebut sebagai modul) yang sudah diaktifkan
      • PCI; Catatan tentang kartu PCI yang dimiliki berdasarkan pengenalan oleh kernel.
      • Memory; Catatan tentang memory yang dimiliki berdasarkan pengenalan oleh kernel.
      • IO Port; Port Input Output
      • Interrupts; Catatan interrupts.
    3. Kernel Modules, meliputi
      • Load SCSI module; mengaktifkan modul SCSI yang belum dikenal oleh kernel. Hal ini diketahui dengan membaca pesan kernel pada bagian sebelumnya.
      • Load CD-ROM module; Mengaktifkan modul CD-ROM
      • Load network card module; Mengaktifkan modul kartu jaringan.
      • Load PCMCIA module; Mengaktifkan modul PCMCIA.
      • Show Loaded modules; Melihat modul-modul yang telah diaktifkan.
      • Unload modules; Menon-aktifkan kembali modul-modul yang telah aktif.
      • Autoload modules; Mengaktifkan modul secara otomatis dengan melakukan inspeksi (probing) terhadap semua perangkat keras yang ada.
    4. Start Instalation System; meliputi
      • Start Instalation; Mulai instalasi
      • Boot Instalation; Selesai instalasi dan boot komputer
      • Start Rescue System
      • Start Live CD
  13. Pada saat memilih Start Instalation, Linuxrc menanyakan media tempat di mana sumber file SuSE yang akan diinstal. Pilihan tersebut meliputi CD-ROM, Network (NFS), Network (FTP), Hard disk. Pilih sesuai kebutuhan Anda. Dalam contoh berikut instalasi dilakukan lewat CD-ROM.
  14. Setelah memilih media instalasi, segera muncul program YaST yang menawarkan tipe instalasi. Tipe yang ditawarkan adalah :
    • Install Linux from scratch; Instal SuSE baru ke dalam komputer dengan metode standar.
    • Update existing file system; Upgrade SuSE dari versi sebelumnya.
    • Instalation using expert mode; Instalasi dengan pilihan-pilihan khusus yang menawarkan modifikasi penuh.
    • Abort; membatalkan instalasi.

    Pilih install Linux from scratch

  15. Langkah selanjutnya adalah penentuan partisi. Sebelum melanjutkan, silakan baca tentang partisi pada sub bab instalasi Slackware. Pilihan pertama adalah partitioning hardware; ada dua pilihan :
    • partitioning; SuSE akan melakukan partisi otomatis sisa spasi hard disk yang masih kosong. Partisi otomatis ini meliputi partisi Linux sekaligus swap.
    • Do not partitioning; Untuk langkah partisi normal. Untuk belajar melakukan partisi, pilih do not partitioning.
  16. Setelah dipilih do not partitioning, akan muncul pilihan lagi, yakni :
    • Whole hard disk; SuSE akan mempartisi seluruh hard disk. Hindarkan pilihan ini.
    • Partitioning; melakukan partisi secara manual. Pilih partitioning untuk menjalankan partisi hard disk secara manual.
  17. Langkah selanjutnya adalah mengedit tabel partisi. Jalankan langkah ini secara hati-hati terutama jika Anda memiliki data dalam hard disk Anda. Berikut contoh tabel partisi yang sudah ada :Device Name From To Blocks Partition Type/dev/hda1 1 319 2562336 b Win 95 Fat 32
    /dev/hda2 320 1048 5855692 5 extended
    /dev/hda5 320 447 1028128 83 Linux Native
    /dev/hda6 448 463 128488 82 Linux Swap
  18. Tampilan tabel partisi bisa bermacam-macam, tergantung pengaturan di komputer Anda sebelumnya. Untuk membuat partisi baru, tekan F5.Starting Cylinder :End of partition: +1000M

    Pada pilihan Starting Cylinder, biarkan kosong, langsung tekan enter. Selanjutnya muncul End of Partition, masukkan jumlah megabyte yang Anda inginkan, diawali dengan tanda plus. Contoh di atas adalah membuat partisi baru dengan ukuran 1 Gigabyte (1000 Megabyte). Lakukan langkah ini hingga diperoleh daftar partisi yang diinginkan. 18. Selesai membuat partisi baru, lanjutkan dengan pemilihan partisi swap. Pilih Continue, dan akan muncul pertanyaan Select Swap Partition. Pilih partisi swap yang Anda tentukan sebelumnya. Anda akan dikonfirmasi, apakah Anda ingin melakukan cek swap yang akan diaktifkan? Cek ini meliputi bad blocks dan cek permukaan piringan hard disk yang akan digunakan. Pilih yes.

  19. Langkah selanjutnya adalah melakukan format terhadap sistem file Linux yang baru saja Anda buat partisinya. Contoh sistem file yang sudah ada :List of existing hard driveDevice Blocks Inodes Format fstype mountpoint partition

    /dev/hda5 1028128 4096 No ext2 Linux

    Pilih F6 untuk format partisi yang ada. Pilih Normal Format. Selanjutnya, tekan F4 untuk menentukan mount point. Pilih /. Tekan Continue, dan partisi Anda akan diformat.

  20. Instalasi akan kembali ke prompt YaST untuk load configuration. Pilih default SuSE. Anda bisa pilih secara manual paket-paket yang diinginkan. Bagian ini memakan waktu yang cukup lama, sebab proses instalasi program yang dipilih sedang berjalan.
  21. Selesai instalasi program, Anda diminta memilih kernel lewat menu Select Kernel, dan pilih Standard (E)IDE kernel (jika hard disk atau CD-ROM Anda IDE) atau SCSI kernel (jika hard disk atau CD-ROM Anda SCSI).
  22. Berikutnya Anda akan ditanyakan untuk membuat boot disk. Jawab ya jika Anda memang menginginkan Linux di boot dari disket. Siapkan satu disket kosong. Jika tidak, teruskan.
  23. Setelah itu muncul menu LILO Instalation. Jawab yes dan segera Anda dibawa ke menu :
    • Pilihan berikut biarkan kosongAppend line for hardware parameter :
    • Pilih Master Boot Record untuk menempatkan LILO di MBR sehingga saat # boot akan dijalankan.Where do you want install LILO :Master Boot Record

      Boot sector of root partition

      Boot sector of boot partition

      On floppy disk

    • Boot delay adalah lama waktu dalam satuan detik pada saat memilih menu sistem operasi yang akan dijalankan saat komputer dinyalakan.Boot Delay :
  24. Proses selanjutnya penentuan time configuration. Ini adalah satuan waktu yang digunakan oleh sistem operasi. Anda bisa memilih antara menggunakan GMT atau waktu lokal.
  25. Setelah itu penentuan hostname dan domain name. Isian ini sangat penting untuk memastikan program-program daemon yang membutuhkan nama mesin dan nama domain seperti server web dan server mail berjalan dengan baik. Untuk pengisian, misalnya:Hostname : spawnDomain Name : heaven.or.id
  26. Menu berikutnya adalah konfirmasi peran komputer Anda. Pilihannya adalah :
    • IP Loopback only; untuk mesin yang berjalan sendiri dan tidak terhubung ke jaringan
    • Real network; untuk mesin yang terhubung dalam jaringan.

    Pada bagian DHCP client, pilih no (kecuali jika Anda terhubung dalam jaringan dengan DHCP). Dalam contoh berikut, pilih real network.

    Catatan:

    DHCP atauDynamic Host Configuration Programadalah program yang mendistribusikan alamat IP pada setiap mesin yang terhubung ke dalam jaringan. Pemberian alamat IP secara dinamis ini memudahkan jaringan dengan user yang banyak, dan alamat IP tidak perlu diset satu per satu di tiap mesin. Cukup DHCP yang membagikannya secara acak. Program ini biasa dipergunakan di ISP (Internet Service Provider), di mana setiap user yang tersambung lewat modem, memperoleh alamat IP berubah-ubah pada tiap koneksi.

  27. Jika dipilih real network, menu berikutnya adalah memasukkan alamat jaringan :
    • type of network; piliheth0. Ini berarti dalam menghubungkan ke jaringan menggunakan kartu jaringan. Jika pada boot sebelumnya kernel belum mengenal kartu jaringan yang ada, Anda dapat mengkonfigurasikannya nanti. Lihat di Bab III, Sub Bab konfigurasi kartu jaringan.
    • IP Address of your machine; isikan alamat IP misalnya 192.168.1.100
    • Netmask; Isikan netmask berdasarkan kelasnya. Misal 255.255.255.0
    • Gateway; Biarkan kosong. Gambaran tentang gateway dapat Anda baca di Bab III sub bab IP Masquerade.
    • IP Address of PPP Partner; Isikan DNS server dari ISP Anda. Misalnya 202.158.3.7.
  28. Selanjutnya adalah mengkonfigurasikan sendmail lewat sendmail.cf. Menu yang diberikan:
    • Host with permanent network connection; Jika Anda terhubung dalam jaringan dengan sambungan yang permanen.
    • Single user machine without network connection; Jika komputer tidak terhubung dalam jaringan (standalone)
    • Host with temporarily network connection; Jika dalam waktu-waktu tertentu komputer Anda terhubung dalam jaringan (misalnya Internet).
    • Use UUCP to send mail; Jika mesin Anda terhubung dalam jaringan UNIX, dan mempergunakan protokol UUCP (Unix to Unix Copy Protocol)
    • Do not install /etc/sendmail.cf; Melewati menu ini, dan jika perlu sendmail.cf dapat dikonfigurasikan sendiri nantinya.
  29. Selesai konfigurasi sementara untuk sendmail, komputer akan direstart. Selanjutnya adalah mengisikan password untuk root. Usahakan untuk mengisi lebih dari 8 huruf.
  30. Langkah berikutnya membuat satu user sebagai contoh. Anda dapat menggunakan user contoh ini untuk login pertama kali nantinya. Usahakan untuk menggunakan user root seminimal mungkin.
  31. Langkah terakhir, mengkonfigurasikan beberapa peralatan tambahan seperti modem, dan mouse. Selesai langkah ini, Anda bisa langsung masuk ke Linux prompt, dan login dengan menggunakan account root atau user contoh yang telah anda tentukan sebelumnya.
Welcome to SuSE 6.2 (i386) – kernel 2.2.10 (tty1)

Setting MIKROTIK SDSL SPEEDY – BANDWITH MANAGEMENT

Diarsipkan di bawah: jaringan — soekry @ 10:08 pm

Sebelumnya saya gambarkan dulu skema jaringannya:

LAN —> Mikrotik RouterOS —> Modem ADSL —> INTERNET

Untuk LAN, kita pake kelas C, dengan network 192.168.0.0/24. Untuk Mikrotik RouterOS, kita perlu dua ethernet card. Satu (ether1 – 192.168.1.2/24) untuk sambungan ke Modem ADSL dan satu lagi (ether2 – 192.168.0.1/24) untuk sambungan ke LAN. Untuk Modem ADSL, IP kita set 192.168.1.1/24.

Sebelum mengetikkan apapun, pastikan Anda telah berada pada root menu dengan mengetikkan “/”

Baca Selengkapnya>>

Setting Mikrotik

Diarsipkan di bawah: jaringan — soekry @ 4:06 pm

Mikrotik Router OS™, merupakan system operasi Linux base yang diperuntukkan sebagai network router. Didesain untuk memberikan kemudahan bagi penggunanya. Administrasinya bisa dilakukan melalui Windows application (WinBox). Webbrowser serta via Remote Shell (telnet dan SSH). Selain itu instalasi dapat dilakukan pada Standard computer PC. PC yang akan dijadi kan router mikrotikpun tidak memerlukan resource yang cukup besar untuk penggunaan standard, misalnya hanya sebagai gateway. Untuk keperluan beban yang besar ( network yang kompleks, routing yang rumit dll) disarankan untuk mempertimbangkan pemilihan resource PC yang memadai.

Fasilitas pada mikrotik antara lain sebagai berikut :

- Protokoll routing RIP, OSPF, BGP.

- Statefull firewall

- HotSpot for Plug-and-Play access

- remote winbox GUI admin

Lebih lengkap bisa dilihat di www.mikrotik.com.

mbeli software mikrotik dalam bentuk CD yang diinstall pada Hard disk atau disk on module (DOM). Jika kita membeli DOM tidak perlu install tetapi tinggal menancapkan

DOM pada slot IDE PC kita.

Instalasi Mikrotik ada beberapa cara :

1. Instalasi melalui NetInstall via jaringan

2. Instalasi melalui Floppy disk

3. Instalasi melalui CD-ROM.

Kali ini kita akan membahasnya instalasi melalui CD-ROM. Untuk percobaan ini silahkan download ISOnya di http://adminpreman.web.id/download

Langkah-langkah berikut adalah dasar-dasar setup mikrotik yang dikonfigurasikan untuk jaringan sederhana sebagai PC Router/Gateway, Web Proxy, DNS Server, DHCP, Firewall serta Bandwidth Management.

Konfigurasi ini dapat dimanfaatkan untuk membangun jaringan pada Internet Cafe atau untuk Testing pada Laboratorium Pribadi.

1. Topologi Jaringan

Topologi jaringan ini di anggap koneksi Internetnya melalui MODEM xDSL (ADSL atau SDSL). Dengan catatan konfigurasi IP Publiknya ditanam didalam MODEM, artinya perlu pula dipilih MODEM yang memiliki fasilitas seperti Routing, Firewall, dan lain-lain. Semakin lengkap semakin bagus, namun biasanya harga semakin mahal, yang patut dipertimbangkan pilihlah MODEM yang memiliki fasilitas Firewall yang bagus. Untuk MODEM SDSL, biasanya, IP dibawah NAT, artinya IP nya bukan IP Publik langsung. Dan umumnya untuk MODEM ADSL, IP Publiknya langsung ditanam di MODEM itu sendiri.

Saat ini kita anggap IP Publiknya di tanam di MODEM, dimana Interface PPPoE nya sudah di konfigurasikan dan sudah bisa DIAL ke server RASnya. Agar memudahkan konfigurasi, perlu dirancang topologi jaringan yang dikonfigurasi. Sebagai contoh, skema dibawah ini:

(a) Skema Jaringan

_(

o–+ ____|

| / | Telpon

| _/ -(

+–[_] Splitter

|

| +—-+

+—| | Modem xDSL

+–*-+

(1)| +—+

| | | (3)

| | +|———+

| +—–+ | |. . . . . |

| a| | | +–|-|-|-|-+

+—|=====| | | | | |

| | | | | | |

| |—+ +-|-|-|–[client 1]

| |b +-|-|————[client 2]

| | +-|———————-[client 3]

L—–J +——–[client n]

Keterangan skema

(1) = Modem xDSL (Ip Address : 192.168.1.1/24)

(2) = Mikrotik Box dengan 2 ethernet card yaitu a (publik) dan b (local)

(3) = Switch

Untuk sambungan ke Client. Asumsi Client Jumlahnya 20 Client

Range Ip Address : 192.168.0.0/27

Alokasi Ip Client = 192.168.0.1-192.168.0.30

Ip Net ID : 192.168.0.0/27

Ip Broadcast : 192.168.0.31/27

(b) Alokasi IP Address

[*] Mikrotik Box

Keterangan Skema

a = ethernet card 1 (Publik) -> Ip Address : 192.168.1.2/24

b = ethernet card 2 (Local) -> Ip Address : 192.168.0.30/27

Gateway : 192.168.1.1 (ke Modem)

[*] Client

Client 1 – Client n, Ip Address : 192.168.0.n …. n (1-30)

Contoh:

Client 6

Ip Address : 192.168.0.6/27

Gateway : 192.168.0.30 (ke Mikrotik Box)

CATATAN :

Angka dibelakang Ip address ( /27) sama dengan nilai netmasknya untuk angka (/27) nilainya sama dengan 255.255.255.224.

Untuk Sub Netmask blok ip address Local kelas C, dapat diuraikan

sebagai berikut :

Subnetmask kelas C

——————-

255.255.255.0 = 24 -> 254 mesin

.. .128 = 25 -> 128 mesin

.. .192 = 26 -> 64 mesin

.. .224 = 27 -> 32 mesin

.. .240 = 28 -> 16 mesin

.. .248 = 29 -> 8 mesin

.. .252 = 30 -> 4 mesin

.. .254 = 31 -> 2 mesin

.. .255 = 32 -> 1 mesin

2. Persiapan

- Untuk PC Router Siapkan PC, minimal Pentium I, RAM 64, HD 500M atau pake flash memory 64 – Sebagai Web proxy, Siapkan PC, minimal Pentium III 450Mhz, RAM 256 Mb, HD 20 Gb.

- Siapkan minimal 2 ethernet card, 1 ke arah luar/Internet dan 1lagi ke Network local

– Burn Source CD Mikrotik OS masukan ke CDROM.

- Versi mikrotik yang digunakan adalah Mikrotik RouterOS versi 2.9.27

Installasi Mikrotik Router

Setelah desain skema jaringan serta perangkat yang dibutuhkan telahdisiapkan, sekarang saatnya kita mulai proses instalasi ini.

Booting melalui CD-ROM

Atur di BIOS agar, supaya boot lewat CD-ROM, kemudian tunggu beberapa saat di monitor akan muncul proses Instalasi.

————————————————————————-

ISOLINUX 2.08 2003-12-12 Copyrigth (C) 1994-2003 H. Peter Anvin

Loading linux………………

Loading initrd.rgz………….

Ready

Uncompressing Linux… Ok, booting the kernel

————————————————————————

Memilih paket software

Setelah proses booting akan muncul menu pilihan software yang mau di install, pilih sesuai kebutuhan yang akan direncanakan.

Paket yang tersedia di Mikrotik,

advanced-tools-2.9.27.npk

arlan-2.9.27.npk

dhcp-2.9.27.npk

gps-2.9.27.npk

hotspot-2.9.27.npk

hotspot-fix-2.9.27.npk

isdn-2.9.27.npk

lcd-2.9.27.npk

ntp-2.9.27.npk

ppp-2.9.27.npk

radiolan-2.9.27.npk

routerboard-2.9.27.npk

routing-2.9.27.npk

routing-test-2.9.27.npk

rstp-bridge-test-2.9.27.npk

security-2.9.27.npk

synchronous-2.9.27.npk

system-2.9.27.npk

telephony-2.9.27.npk

ups-2.9.27.npk

user-manager-2.9.27.npk

web-proxy-2.9.27.npk

webproxy-test-2.9.27.npk

wireless-2.9.27.npk

wireless-legacy-2.9.27.npk

Welcome to Mikrotik Router Software Installation

Move around menu using ‘p’ and ‘n’ or arrow keys, select with ’spacebar’.

Select all with ‘a’, minimum with ‘m’. Press ‘i’ to install locally or ‘r’ to

install remote router or ‘q’ to cancel and reboot.

[X] system [ ] lcd [ ] telephony

[ ] ppp [ ] ntp [ ] ups

[ ] dhcp [ ] radiolan [ ] user-manager

[X] andvanced-tools [ ] routerboard [X] web-proxy

[ ] arlan [ ] routing [ ] webproxy-test

[ ] gps [ ] routing-test [ ] wireless

[ ] hotspot [ ] rstp-bridge-test [ ] wireless-legacy

[ ] hotspot [X] security

[ ] isdn [ ] synchronous

Umumnya Paket Mikrotik untuk Warnet, Kantor atau SOHO adalah :

a. SYSTEM : Paket ini merupakan paket dasar, berisi Kernel dari Mikrotik

b. DHCP : Paket yang berisi fasilitas sebagai DHCP Server, DHCP client, pastikan memilih paket ini jika Anda menginginkan agar Client diberikan IP address otomatis dari DHCP Server

c. SECURITY :P aket ini berisikan fasilitas yang mengutamakan Keamanan jaringan, seperti Remote Mesin dengan SSH, Remote via MAC Address

d. WEB-PROXY :Jika Anda memilih paket ini, maka Mikrotik Box anda telah dapat menjalan service sebagai Web proxy yang akan menyimpan cache agar traffik ke Internet dapat di reduksi serta browsing untuk Web dapat dipercepat.

e. ADVANCED TOOLS : Paket yang berisi Tool didalam melakukan Admnistrasi jaringan, seperti Bandwidth meter, Scanning, Nslookup, dan lain sebagainya.

3. Instalasi Paket

ketik “i” setelah selesai memilih software, lalu akan muncul menu pilihan seperti ini :

- Do you want to keep old configuration ? [y/n] ketik Y

- continue ? [y/n] ketik Y

Setelah itu proses installasi system dimulai, disini kita tidak perlu membuat partisi hardsik karena secara otomatis mikrotik akan membuat partisi sendiri.

—————————————————————————-

wireless-legacy (depens on system):

Provides support for Cisco Aironet cards and for PrismlI and Atheros wireless

station and AP.

Do you want to keep old configuraion? [y/n]:y

Warning: all data on the disk will be erased!

Continue? [y/n]:y

Creating partition……….

Formatting disk…………………………………

Installing system-2.9.27 [##################

—————————————————————————

Proses installasi

—————————————————————————

Continue? [y/n]:y

Creating partition…………………..

Formatting disk……………………….

Installed system-2.9.27

Installed advanced-tools-2.9.27

Installed dhcp-2.9.27

Installed security-2.9.27

installed web-proxy-2.9.27

Software installed.

Press ENTER to reboot

——————————————————————————

CATATAN :

Proses Installasi normalnya tidak sampai 15 menit, jika lebih berarti gagal,ulangi ke step awal. Setelah proses installasi selesai maka kita akan diminta untuk merestart system, tekan enter untuk merestart system.

Proses Check system disk

Setelah komputer booting kembali ke system mikrotik, akan ada pilihan untuk melakukan check system disk, tekan “y”.

—————————————————————————-

Loading system with initrd

Uncompressing Linux… Ok, booting the kernel.

Starting.

It is recomended to check your disk drive for error,

but it may take while (~1min for 1Gb).

It can be done later with “/system check-disk”.

Do you want to do it now? [y/n]

—————————————————————————–

Proses Instalasi Selesai

Setelah proses instalasi selesai, maka akan muncul menu login dalam modus terminal, kondisi sistem saat ini dalam keadaan default.

Mikrotik login = admin

Password = (kosong, enter saja)

—————————————————————————

Mikrotik 2.9.27

Mikrotik Login:

MMM MMM KKK TTTTTTTTTTT KKK

MMMM MMMM KKK TTTTTTTTTTT KKK

MMM MMMM MMM III KKK KKK RRRRRR OOOOOO TTT III KKK KKK

MMM MM MMM III KKKKK RRR RRR OOO OOO TTT III KKKKK

MMM MMM III KKK KKK RRRRRR OOO OOO TTT III KKK KKK

MMM MMM III KKK KKK RRR RRR OOOOOO TTT III KKK KKK

MikroTik RouterOS 2.9.27 (c) 1999-2005 http://www.mikrotik.com/

Terminal vt102 detected, using multiline input mode

[admin@Mikrotikl] >

—————————————————————————

CATATAN :

Konfigurasi Standar untuk mikrotik ada 2 modus, yaitu modus teks dan modus GUI. Modus Gui ada 2 juga, yaitu Via Browser serta Via Winbox. Untuk sekarang saya akan bahas via Teks. Karena cepat serta lebih memahami terhadap sistem operasi ini.

4. Perintah Dasar

Perintah mikrotik sebenarnya hampir sama dengan perintah yang ada dilinux, sebab pada dasarnya mikrotik ini merupakan kernel Linux, hasil pengolahan kembali Linux dari Distribusi Debian. Pemakaian perintah shellnya sama, seperti penghematan perintah, cukup menggunakan tombol TAB di keyboard maka perintah yang panjang, tidak perlu lagi diketikkan, hanya ketikkan awal nama perintahnya, nanti secara otomatis Shell akan menampilkan sendiri perintah yang berkenaan. Misalnya perintah IP ADDRESS di mikrotik. Cukup hanya mengetikkan IP ADD spasi tekan tombol TAB, maka otomatis shell akan mengenali dan menterjemahkan sebagai perintah IP ADDRESS.

Baiklah kita lanjutkan pengenalan perintah ini. Setelah login, cek kondisi interface atau ethernet card.

4.1. Melihat kondisi interface pada Mikrotik Router

[admin@Mikrotik] > interface print

Flags: X – disabled, D – dynamic, R – running

# NAME TYPE RX-RATE TX-RATE MTU

0 R ether1 ether 0 0 1500

1 R ether2 ether 0 0 1500

[admin@Mikrotik]>

Jika interfacenya ada tanda X (disabled) setelah nomor (0,1), maka periksa lagi

etherned cardnya, seharusnya R (running).

a. Mengganti nama interface

[admin@Mikrotik] > interface(enter)

b. Untuk mengganti nama Interface ether1 menjadi Public (atau terserah namanya), maka

[admin@Mikrotik] interface> set 0 name=Public

c. Begitu juga untuk ether2, misalkan namanya diganti menjadi Local, maka

[admin@Mikrotik] interface> set 1 name=Local

d. atau langsung saja dari posisi root direktori, memakai tanda “/”, tanpa tanda kutip

[admin@Mikrotik] > /interface set 0 name=Public

e. Cek lagi apakah nama interface sudah diganti.

[admin@Mikrotik] > /interface print

Flags: X – disabled, D – dynamic, R – running

# NAME TYPE RX-RATE TX-RATE MTU

0 R Local ether 0 0 1500

1 R Public ether 0 0 1500

4.2. Mengganti password default

Untuk keamanan ganti password default

[admin@Mikrotik] > password

old password: *****

new password: *****

retype new password: *****

[admin@ Mikrotik]]>

4.3. Mengganti nama hostname

Mengganti nama Mikrotik Router untuk memudahkan konfigurasi, pada langkah ini nama server akan diganti menjadi “routerku”

[admin@Mikrotik] > system identity set name=routerku

[admin@routerku]>

5. Setting IP Address, Gateway, Masqureade dan Name Server

5.1. IP Address

Bentuk Perintah konfigurasi

ip address add address ={ip address/netmask} interface={nama interface}

a. Memberikan IP address pada interface Mikrotik. Misalkan Public akan kita gunakan untuk koneksi ke Internet dengan IP 192.168.1.2 dan Local akan kita gunakan untuk network LAN kita dengan IP 192.168.0.30 (Lihat topologi)

[admin@routerku] > ip address add address=192.168.1.2

netmask=255.255.255.0 interface=Public comment=”IP ke Internet”

[admin@routerku] > ip address add address=192.168.0.30

netmask=255.255.255.224 interface=Local comment = “IP ke LAN”

b. Melihat konfigurasi IP address yang sudah kita berikan

[admin@routerku] >ip address print

Flags: X – disabled, I – invalid, D – dynamic

# ADDRESS NETWORK BROADCAST INTERFACE

0 ;;; IP Address ke Internet

192.168.0.30/27 192.168.0.0 192.168.0.31 Local

1 ;;; IP Address ke LAN

192.168.1.2/24 192.168.0.0 192.168.1.255 Public

[admin@routerku]>

5.2. Gateway

Bentuk Perintah Konfigurasi

ip route add gateway={ip gateway}

a. Memberikan default Gateway, diasumsikan gateway untuk koneksi internet adalah 192.168.1.1

[admin@routerku] > /ip route add gateway=192.168.1.1

b. Melihat Tabel routing pada Mikrotik Routers

[admin@routerku] > ip route print

Flags: X – disabled, A – active, D – dynamic,

C – connect, S – static, r – rip, b – bgp, o – ospf

# DST-ADDRESS PREFSRC G GATEWAY DISTANCE INTERFACE

0 ADC 192.168.0.0/24 192.168.0.30 Local

1 ADC 192.168.0.0/27 192.168.1.2 Public

2 A S 0.0.0.0/0 r 192.168.1.1 Public

[admin@routerku]>

c. Tes Ping ke Gateway untuk memastikan konfigurasi sudah benar

[admin@routerku] > ping 192.168.1.1

192.168.1.1 64 byte ping: ttl=64 time<1 ms

192.168.1.1 64 byte ping: ttl=64 time<1 ms

2 packets transmitted, 2 packets received, 0% packet loss

round-trip min/avg/max = 0/0.0/0 ms

[admin@routerku]>

5.3. NAT (Network Address Translation)

Bentuk Perintah Konfigurasi

ip firewall nat add chain=srcnat action=masquerade out-inteface={ethernet

yang langsung terhubung ke Internet atau Public}

a. Setup Masquerading, Jika Mikrotik akan kita pergunakan sebagai gateway server maka agar client computer pada network dapat terkoneksi ke internet perlu kita masquerading.

[admin@routerku] > ip firewall nat add chain=scrnat out-interface=Public action=masquerade

[admin@routerku]>

b. Melihat konfigurasi Masquerading

[admin@routerku] ip firewall nat print

Flags: X – disabled, I – invalid, D – dynamic

0 chain=srcnat out-interface=Public action=masquerade

[admin@routerku]>

5.4. Name server

Bentuk Perintah Konfigurasi

ip dns set primary-dns={dns utama} secondary-dns={dns ke dua}

a. Setup DNS pada Mikrotik Routers, misalkan DNS dengan Ip Addressnya

Primary = 202.134.0.155, Secondary = 202.134.2.5

[admin@routerku] > ip dns set primary-dns=202.134.0.155 allow-remoterequests=no

[admin@routerku] > ip dns set secondary-dns=202.134.2.5 allow-remoterequests=no

b. Melihat konfigurasi DNS

[admin@routerku] > ip dns print

primary-dns: 202.134.0.155

secondary-dns: 202.134.2.5

allow-remote-requests: no

cache-size: 2048KiB

cache-max-ttl: 1w

cache-used: 16KiB

[admin@routerku]>

c. Tes untuk akses domain, misalnya dengan ping nama domain

[admin@routerku] > ping yahoo.com

216.109.112.135 64 byte ping: ttl=48 time=250 ms

10 packets transmitted, 10 packets received, 0% packet loss

round-trip min/avg/max = 571/571.0/571 ms

[admin@routerku]>

Jika sudah berhasil reply berarti seting DNS sudah benar.

Setelah langkah ini bisa dilakukan pemeriksaan untuk koneksi dari jaringan local. Dan jika berhasil berarti kita sudah berhasil melakukan instalasi Mikrotik Router sebagai Gateway server. Setelah terkoneksi dengan jaringan Mikrotik dapat dimanage menggunakan WinBox yang bisa di download dari Mikrotik.com atau dari server mikrotik kita. Misal Ip address server mikrotik kita 192.168.0.30, via browser buka http://192.168.0.30. Di Browser akan ditampilkan dalam bentuk web dengan beberapa menu, cari tulisan Download dan download WinBox dari situ. Simpan di local harddisk. Jalankan Winbox, masukkan Ip address, username dan password.

6. DHCP Server

DHCP merupakan singkatan dari Dynamic Host Configuration Protocol, yaitu suatu program yang memungkinkan pengaturan IP Address di dalam sebuah jaringan dilakukan terpusat di server, sehingga PC Client tidak perlu melakukan konfigurasi IP Addres. DHCP memudahkan administrator untuk melakukan pengalamatan ip address untuk client.

Bentuk perintah konfigurasi

ip dhcp-server setup

dhcp server interface = { interface yang digunakan }

dhcp server space = { network yang akan di dhcp }

gateway for dhcp network = { ip gateway }

address to give out = { range ip address }

dns servers = { name server }

lease time = { waktu sewa yang diberikan }

Jika kita menginginkan client mendapatkan IP address secara otomatis maka perlu kita setup dhcp server pada Mikrotik. Berikut langkah-langkahnya :

a. Tambahkan IP address pool

/ip pool add name=dhcp-pool ranges=192.168.0.1-192.168.0.30

b. Tambahkan DHCP Network dan gatewaynya yang akan didistribusikan ke client.

Pada contoh ini networknya adalah 192.168.0.0/27 dan gatewaynya 122.168.0.30

/ip dhcp-server network add address=192.168.0.0/27 gateway=192.168.0.30 dns-server=192.168.0.30 comment=””

c. Tambahkan DHCP Server ( pada contoh ini dhcp diterapkan pada interface Local )

/ip dhcp-server add interface=local address-pool=dhcp-pool

d. Lihat status DHCP server

[admin@routerku] > ip dhcp-server print

Flags: X – disabled, I – invalid

# NAME INTERFACE RELAY ADDRESS-POOL LEASE-TIME ADD-ARP

0dhcp1 Local

Tanda X menyatakan bahwa DHCP server belum enable maka perlu dienablekan terlebih dahulu pada langkah e.

e. Jangan Lupa dibuat enable dulu dhcp servernya

/ip dhcp-server enable 0

kemudian cek kembali dhcp-server seperti langkah 4, jika tanda X sudah tidak ada berarti sudah aktif

f. Tes Dari client

Misalnya : ping www.yahoo.com atau www.ragnarok.co.id

7. Transparent Proxy Server

Proxy server merupakan program yang dapat mempercepat akses ke suatu web yang sudah diakses oleh komputer lain, karena sudah di simpan didalam caching server.Transparent proxy menguntungkan dalam management client, karena system administrator tidak perlu lagi melakukan setup proxy di setiap browser komputer client karena redirection dilakukan otomatis di sisi server.

Bentuk perintah konfigurasi :

a. Setting web proxy :

- ip proxy set enable=yes

port={ port yang mau digunakan }

maximal-client-connections=1000

maximal-server-connections=1000

- ip proxy direct add src-address={ network yang akan di

NAT} action=allow

- ip web-proxy set parent-proxy={proxy parent/optional}

hostname={ nama host untuk proxy/optional}

port={port yang mau digunakan}

src-address={ address yang akan digunakan untuk koneksi

ke parent proxy/default 0.0.0.0}

transparent-proxy=yes

max-object-size={ ukuran maximal file yang akan disimpan

sebagai cache/default 4096 in Kilobytes}

max-cache-size= { ukuran maximal hardisk yang akan

dipakai sebagai penyimpan file cache/unlimited

| none | 12 in megabytes}

cache-administrator={ email administrator yang akan digunakan

apabila proxy error, status akan dikirim

ke email tersebut}

enable==yes

Contoh konfigurasi

a. Web proxy setting

/ ip web-proxy

set enabled=yes src-address=0.0.0.0 port=8080

hostname=”proxy.routerku.co.id” transparent-proxy=yes

parent-proxy=0.0.0.0:0 cache-administrator=”support@routerku.co.id”

max-object-size=131072KiB cache-drive=system max-cache-size=unlimited

max-ram-cache-size=unlimited

Nat Redirect, perlu ditambahkan yaitu rule REDIRECTING untuk membelokkan traffic HTTP menuju ke WEB-PROXY.

b. Setting firewall untuk Transparant Proxy

Bentuk perintah konfigurasi :

ip firewall nat add chain=dstnat

protocol=tcp

dst-port=80

action=redirect

to-ports={ port proxy }

Perintahnya:

/ ip firewall nat

add chain=dstnat protocol=tcp dst-port=80 action=redirect to-ports=8080 comment=”” disabled=no

add chain=dstnat protocol=tcp dst-port=3128 action=redirect to-ports=8080 comment=”” disabled=no

add chain=dstnat protocol=tcp dst-port=8000 action=redirect to-ports=8080

perintah diatas dimaksudkan, agar semua trafik yang menuju Port 80,3128,8000 dibelokkan menuju port 8080 yaitu portnya Web-Proxy.

CATATAN:

Perintah

/ip web-proxy print { untuk melihat hasil konfigurasi web-proxy}

/ip web-proxy monitor { untuk monitoring kerja web-proxy}

8. Bandwidth Management

QoS memegang peranan sangat penting dalam hal memberikan pelayanan yang baik pada client. Untuk itu kita memerlukan bandwidth management untuk mengatur tiap data yang lewat, sehingga pembagian bandwidth menjadi adil. Dalam hal ini Mikrotik RouterOs juga menyertakan packet software untuk memanagement bandwidth.

Bentuk perintah konfigurasi:

queue simple add name={ nama }

target-addresses={ ip address yang dituju }

interface={ interface yang digunakan untuk melewati data }

max-limit={ out/in }

Dibawah ini terdapat konfigurasi Trafik shaping atau bandwidth management dengan metode Simple Queue, sesuai namanya, Jenis Queue ini memang sederhana, namun memiliki kelemahan, kadangkala terjadi kebocoran bandwidth atau bandwidthnya tidak secara real di monitor. Pemakaian untuk 10 Client, Queue jenis ini tidak masalah.

Diasumsikan Client ada sebanyak 15 client, dan masing-masing client diberi jatah bandwidth minimum sebanyak 8kbps, dan maksimum 48kbps. Sedangkan Bandwidth totalnya sebanyak 192kbps. Untuk upstream tidak diberi rule, berarti masing-masing client dapat menggunakan bandwidth uptream secara maksimum. Perhatikan perintah priority, range priority di Mikrotik sebanyak delapan. Berarti dari 1 sampai 8, priority 1 adalah priority tertinggi,

sedangkan priority 8 merupakan priority terendah.

Berikut Contoh kongirufasinya.

/ queue simple

add name=”trafikshaping” target-addresses=192.168.0.0/27 dst-address=0.0.0.0/0 interface=all parent=none priority=1 queue=default/default limit-at=0/64000 max-limit=0/192000 total-queue=default disabled=no

add name=”01″ target-addresses=192.168.0.1/32 dst-address=0.0.0.0/0 interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no

add name=”02″ target-addresses=192.168.0.2/32 dst-address=0.0.0.0/0 interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no

add name=”03″ target-addresses=192.168.0.3/32 dst-address=0.0.0.0/0 interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no

add name=”04″ target-addresses=192.168.0.4/32 dst-address=0.0.0.0/0 interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no

add name=”10″ target-addresses=192.168.0.25/32 dst-address=0.0.0.0/0 interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no

add name=”05″ target-addresses=192.168.0.5/32 dst-address=0.0.0.0/0 interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no

add name=”06″ target-addresses=192.168.0.6/32 dst-address=0.0.0.0/0 interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no

add name=”07″ target-addresses=192.168.0.7/32 dst-address=0.0.0.0/0 interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no

add name=”08″ target-addresses=192.168.0.8/32 dst-address=0.0.0.0/0 interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no

add name=”09″ target-addresses=192.168.0.9/32 dst-address=0.0.0.0/0 interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no

add name=”10″ target-addresses=192.168.0.10/32 dst-address=0.0.0.0/0 interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no

add name=”11″ target-addresses=192.168.0.11/32 dst-address=0.0.0.0/0 interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no

add name=”12″ target-addresses=192.168.0.12/32 dst-address=0.0.0.0/0 interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no

add name=”13″ target-addresses=192.168.0.13/32 dst-address=0.0.0.0/0 interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no

add name=”14″ target-addresses=192.168.0.14/32 dst-address=0.0.0.0/0 interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no

add name=”15″ target-addresses=192.168.0.15/32 dst-address=0.0.0.0/0 interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no

Perintah diatas karena dalam bentuk command line, bisa juga di copy paste, selanjutnya di paste saja ke consol mikrotiknya. ingat lihat dulu path atau direktory aktif. Silahkan dipaste saja, kalau posisi direktorynya di Root.

Terminal vt102 detected, using multiline input mode

[admin@mikrotik] >

Pilihan lain metode bandwidth manajemen ini, kalau seandainya ingin bandwidth tersebut dibagi sama rata oleh Mikrotik, seperti bandwidth 256kbps downstream dan 256kbps upstream. Sedangkan client yang akan mengakses sebanyak 10 client, maka otomatis masing-masing client mendapat jatah bandwidth upstream dan downstream sebanyak 256kbps dibagi 10. Jadi masing-masing dapat 25,6kbps. Andaikata hanya 2 Client yang mengakses maka masing-masing dapat 128kbps.

Untuk itu dipakai type PCQ (Per Connection Queue), yang bisa secara otomatis membagi trafik per client. Tentang jenis queue di mikrotik ini dapat dibaca pada manualnya di http://www.mikrotik.com/testdocs/ros/2.9/root/queue.php.

Sebelumnya perlu dibuat aturan di bagian MANGLE. Seperti :

/ip firewall mangle add chain=forward src-address=192.168.0.0/27 action=mark-connection new-connection-mark=users-con

/ip firewall mangle add connection-mark=users-con action=mark-packet new-packet-mark=users chain=forward

Karena type PCQ belum ada, maka perlu ditambah, ada 2 type PCQ ini. Pertama diberi nama pcq-download, yang akan mengatur semua trafik melalui alamat tujuan/destination address. Trafik ini melewati interface Local. Sehingga semua traffik download/downstream yang datang dari jaringan 192.168.0.0/27 akan dibagi secara otomatis.

Tipe PCQ kedua, dinamakan pcq-upload, untuk mengatur semua trafik upstream yang berasal dari alamat asal/source address. Trafik ini melewati interface public. Sehingga semua traffik upload/upstream yang berasal dari jaringan 192.168.0.0/27 akan dibagi secara otomatis.

Perintah:

/queue type add name=pcq-download kind=pcq pcq-classifier=dst-address

/queue type add name=pcq-upload kind=pcq pcq-classifier=src-address

Setelah aturan untuk PCQ dan Mangle ditambahkan, sekarang untuk aturan pembagian trafiknya. Queue yang dipakai adalah Queue Tree, Yaitu:

/queue tree add parent=Local queue=pcq-download packet-mark=users

/queue tree add parent=Public queue=pcq-upload packet-mark=users

Perintah diatas mengasumsikan, kalau bandwidth yang diterima dari provider Internet, berflukstuasi atau berubah-rubah. Jika kita yakin bahwa bandwidth yang diterima, misalkan dapat 256kbs downstream, dan 256kbps upstream, maka ada lagi aturannya, seperti :

Untuk trafik downstreamnya :

/queue tree add name=Download parent=Local max-limit=256k

/queue tree add parent=Download queue=pcq-download packet-mark=users

Dan trafik upstreamnya :

/queue tree add name=Upload parent=Public max-limit=256k

/queue tree add parent=Upload queue=pcq-upload packet-mark=users

9. Monitor MRTG via Web

Fasilitas ini diperlukan untuk monitoring trafik dalam bentuk grafik, dapat dilihat dengan menggunakan browser. MRTG (The Multi Router Traffic Grapher) telah dibuild sedemikian rupa, sehingga memudahkan kita memakainya. Telah tersedia dipaket dasarnya.

Contoh konfigurasinya

/ tool graphing

set store-every=5min

/ tool graphing interface

add interface=all allow-address=0.0.0.0/0 store-on-disk=yes disabled=no

Perintah diatas akan menampilkan grafik dari trafik yang melewati interface jaringan baik berupa Interface Public dan Interface Local, yang dirender setiap 5 menit sekali. Juga dapat diatur Alamat apa saja yang dapat mengakses MRTG ini, pada parameter allow-address.

10. Keamanan di Mikrotik

Setelah beberapa Konfigurasi diatas telah disiapkan, tentu tidak lupa kita perhatikan keamanan dari Mesin gateway Mikrotik ini, ada beberapa fasilitas yang dipergunakan. Dalam hal ini akan dibahas tentang Firewallnya. Fasilitas Firewall ini secara pringsip serupa dengan IP TABLES di Gnu/Linux hanya saja beberapa perintah telah di sederhanakan namun berdaya guna.

Di Mikrotik perintah firewall ini terdapat dalam modus IP, yaitu

[admin@routerku] > /ip firewall

Terdapat beberapa packet filter seperti mangle, nat, dan filter. Untuk kali ini kita akan lihat konfigurasi pada ip firewall filternya. Karena Luasnya parameter dari firewall filter ini untuk pembahasan Firewall Filter selengkapnya dapat dilihat pada manual mikrotik, di

http://www.mikrotik.com/testdocs/ros/2.9/ip/filter.php

Konfigurasi dibawah ini dapat memblokir beberapa Trojan, Virus, Backdoor yang telah dikenali sebelumnya baik Nomor Port yang dipakai serta Protokolnya. Juga telah di konfigurasikan untuk menahan Flooding dari Jaringan Publik dan jaringan Lokal. Serta pemberian rule untuk Access control agar, Rentang jaringan tertentu saja yang bisa melakukan Remote atau mengakses service tertentu terhadap Mesin Mikrotik kita.

Contoh Aplikasi Filternya

/ ip firewall filter

add chain=input connection-state=invalid action=drop comment=”Drop Invalid connections” disabled=no

add chain=input src-address=!192.168.0.0/27 protocol=tcp src-port=1024-65535 dst-port=8080 action=drop comment=”Block to Proxy” disabled=no

add chain=input protocol=udp dst-port=12667 action=drop comment=”Trinoo” disabled=no

add chain=input protocol=udp dst-port=27665 action=drop comment=”Trinoo” disabled=no

add chain=input protocol=udp dst-port=31335 action=drop comment=”Trinoo” disabled=no

add chain=input protocol=udp dst-port=27444 action=drop comment=”Trinoo” disabled=no

add chain=input protocol=udp dst-port=34555 action=drop comment=”Trinoo” disabled=no

add chain=input protocol=udp dst-port=35555 action=drop comment=”Trinoo” disabled=no

add chain=input protocol=tcp dst-port=27444 action=drop comment=”Trinoo” disabled=no

add chain=input protocol=tcp dst-port=27665 action=drop comment=”Trinoo” disabled=no

add chain=input protocol=tcp dst-port=31335 action=drop comment=”Trinoo” disabled=no

add chain=input protocol=tcp dst-port=31846 action=drop comment=”Trinoo” disabled=no

add chain=input protocol=tcp dst-port=34555 action=drop comment=”Trinoo” disabled=no

add chain=input protocol=tcp dst-port=35555 action=drop comment=”Trinoo” disabled=no

add chain=input connection-state=established action=accept comment=”Allow Established connections” disabled=no

add chain=input protocol=udp action=accept comment=”Allow UDP” disabled=no

add chain=input protocol=icmp action=accept comment=”Allow ICMP” disabled=no

add chain=input src-address=192.168.0.0/27 action=accept comment=”Allow access to router from known network” disabled=no

add chain=input action=drop comment=”Drop anything else” disabled=no

add chain=forward protocol=tcp connection-state=invalid action=drop comment=”drop invalid connections” disabled=no

add chain=forward connection-state=established action=accept comment=”allow already established connections” disabled=no

add chain=forward connection-state=related action=accept comment=”allow related connections” disabled=no

add chain=forward src-address=0.0.0.0/8 action=drop comment=”” disabled=no

add chain=forward dst-address=0.0.0.0/8 action=drop comment=”” disabled=no

add chain=forward src-address=127.0.0.0/8 action=drop comment=”” disabled=no

add chain=forward dst-address=127.0.0.0/8 action=drop comment=”” disabled=no

add chain=forward src-address=224.0.0.0/3 action=drop comment=”” disabled=no

add chain=forward dst-address=224.0.0.0/3 action=drop comment=”” disabled=no

add chain=forward protocol=tcp action=jump jump-target=tcp comment=”” disabled=no

add chain=forward protocol=udp action=jump jump-target=udp comment=”” disabled=no

add chain=forward protocol=icmp action=jump jump-target=icmp comment=”” disabled=no

add chain=tcp protocol=tcp dst-port=69 action=drop comment=”deny TFTP” disabled=no

add chain=tcp protocol=tcp dst-port=111 action=drop comment=”deny RPC portmapper” disabled=no

add chain=tcp protocol=tcp dst-port=135 action=drop comment=”deny RPC portmapper” disabled=no

add chain=tcp protocol=tcp dst-port=137-139 action=drop comment=”deny NBT” disabled=no

add chain=tcp protocol=tcp dst-port=445 action=drop comment=”deny cifs” disabled=no

add chain=tcp protocol=tcp dst-port=2049 action=drop comment=”deny NFS” disabled=no

add chain=tcp protocol=tcp dst-port=12345-12346 action=drop comment=”deny NetBus” disabled=no

add chain=tcp protocol=tcp dst-port=20034 action=drop comment=”deny NetBus” disabled=no

add chain=tcp protocol=tcp dst-port=3133 action=drop comment=”deny BackOriffice” disabled=no

add chain=tcp protocol=tcp dst-port=67-68 action=drop comment=”deny DHCP” disabled=no

add chain=udp protocol=udp dst-port=69 action=drop comment=”deny TFTP” disabled=no

add chain=udp protocol=udp dst-port=111 action=drop comment=”deny PRC portmapper” disabled=no

add chain=udp protocol=udp dst-port=135 action=drop comment=”deny PRC portmapper” disabled=no

add chain=udp protocol=udp dst-port=137-139 action=drop comment=”deny NBT” disabled=no

add chain=udp protocol=udp dst-port=2049 action=drop comment=”deny NFS” disabled=no

add chain=udp protocol=udp dst-port=3133 action=drop comment=”deny BackOriffice” disabled=no

add chain=input protocol=tcp psd=21,3s,3,1 action=add-src-to-address-list address-list=”port scanners” address-list-timeout=2w comment=”Port scanners to list ” disabled=no

add chain=input protocol=tcp tcp-flags=fin,!syn,!rst,!psh,!ack,!urg action=add-src-to-address-list address-list=”port scanners” address-list-timeout=2w comment=”NMAP FIN Stealth scan” disabled=no

add chain=input protocol=tcp tcp-flags=fin,syn action=add-src-to-address-list address-list=”port scanners” address-list-timeout=2w comment=”SYN/FIN scan” disabled=no

add chain=input protocol=tcp tcp-flags=syn,rst action=add-src-to-address-list address-list=”port scanners” address-list-timeout=2w comment=”SYN/RST scan” disabled=no

add chain=input protocol=tcp tcp-flags=fin,psh,urg,!syn,!rst,!ack action=add-src-to-address-list address-list=”port scanners” address-list-timeout=2w comment=”FIN/PSH/URG scan” disabled=no

add chain=input protocol=tcp tcp-flags=fin,syn,rst,psh,ack,urg action=add-src-to-address-list address-list=”port scanners” address-list-timeout=2w comment=”ALL/ALL scan” disabled=no

add chain=input protocol=tcp tcp-flags=!fin,!syn,!rst,!psh,!ack,!urg action=add-src-to-address-list address-list=”port scanners” address-list-timeout=2w comment=”NMAP NULL scan” disabled=no

add chain=input src-address-list=”port scanners” action=drop comment=”dropping port scanners” disabled=no

add chain=icmp protocol=icmp icmp-options=0:0 action=accept comment=”drop invalid connections” disabled=no

add chain=icmp protocol=icmp icmp-options=3:0 action=accept comment=”allow established connections” disabled=no

add chain=icmp protocol=icmp icmp-options=3:1 action=accept comment=”allow already established connections” disabled=no

add chain=icmp protocol=icmp icmp-options=4:0 action=accept comment=”allow source quench” disabled=no

add chain=icmp protocol=icmp icmp-options=8:0 action=accept comment=”allow echo request” disabled=no

add chain=icmp protocol=icmp icmp-options=11:0 action=accept comment=”allow time exceed” disabled=no

add chain=icmp protocol=icmp icmp-options=12:0 action=accept comment=”allow parameter bad” disabled=no

add chain=icmp action=drop comment=”deny all other types” disabled=no

add chain=tcp protocol=tcp dst-port=25 action=reject reject-with=icmp-network-unreachable comment=”Smtp” disabled=no

add chain=tcp protocol=udp dst-port=25 action=reject reject-with=icmp-network-unreachable comment=”Smtp” disabled=no

add chain=tcp protocol=tcp dst-port=110 action=reject reject-with=icmp-network-unreachable comment=”Smtp” disabled=no

add chain=tcp protocol=udp dst-port=110 action=reject reject-with=icmp-network-unreachable comment=”Smtp” disabled=no

add chain=tcp protocol=udp dst-port=110 action=reject reject-with=icmp-network-unreachable comment=”Smtp” disabled=no

10.1. Service dan Melihat Service yang Aktif dengan PortScanner

Untuk memastikan Service apa saja yang aktif di Mesin mikrotik, perlu kita pindai terhadap port tertentu, seandainya ada service yang tidak dibutuhkan,sebaiknya dimatikan saja. Untuk menonaktifkan dan mengaktifkan servise, perintah adalah :

Kita periksa dahulu service apa saja yang aktif

[admin@routerku] > ip service

[admin@routerku] ip service> print

Flags: X – disabled, I – invalid

# NAME PORT ADDRESS CERTIFICATE

0 X telnet 23 0.0.0.0/0

1 ftp 21 0.0.0.0/0

2 www 80 0.0.0.0/0

3 ssh 22 0.0.0.0/0

4 www-ssl 443 0.0.0.0/0 none

[admin@routerku] ip service>

Misalkan service FTP akan dinonaktifkan, yaitu di daftar diatas terletak pada

nomor 1 (lihat bagian Flags) maka :

———————————————————————————

[admin@routerku] ip service> set 1 disabled=yes

———————————————————————————

Perlu kita periksa lagi,

[admin@routerku] ip service> print

Flags: X – disabled, I – invalid

# NAME PORT ADDRESS CERTIFICATE

0 X telnet 23 0.0.0.0/0

1 X ftp 21 0.0.0.0/0

2 www 80 0.0.0.0/0

3 ssh 22 0.0.0.0/0

4 www-ssl 443 0.0.0.0/0 none

[admin@router.dprd.provinsi] ip service>

Sekarang service FTP telah dinonaktifkan.

Dengan memakai tool nmap kita dapat mencek port apa saja yang aktif pada mesin gateway yang telah dikonfigurasikan.

Perintah : nmap -vv -sS -sV -P0 192.168.0.30

Hasil :

————————————————————————————-

Starting Nmap 4.20 ( http://insecure.org ) at 2007-04-04 19:55 SE Asia Standard Time

Initiating ARP Ping Scan at 19:55

Scanning 192.168.0.30 [1 port]

Completed ARP Ping Scan at 19:55, 0.31s elapsed (1 total hosts)

Initiating Parallel DNS resolution of 1 host. at 19:55

Completed Parallel DNS resolution of 1 host. at 19:55, 0.05s elapsed

Initiating SYN Stealth Scan at 19:55

Scanning 192.168.0.30 [1697 ports]

Discovered open port 22/tcp on 192.168.0.30

Discovered open port 53/tcp on 192.168.0.30

Discovered open port 80/tcp on 192.168.0.30

Discovered open port 21/tcp on 192.168.0.30

Discovered open port 3986/tcp on 192.168.0.30

Discovered open port 2000/tcp on 192.168.0.30

Discovered open port 8080/tcp on 192.168.0.30

Discovered open port 3128/tcp on 192.168.0.30

Completed SYN Stealth Scan at 19:55, 7.42s elapsed (1697 total ports)

Initiating Service scan at 19:55

Scanning 8 services on 192.168.0.30

Completed Service scan at 19:57, 113.80s elapsed (8 services on 1 host)

Host 192.168.0.30 appears to be up … good.

Interesting ports on 192.168.0.30:

Not shown: 1689 closed ports

PORT STATE SERVICE VERSION

21/tcp open ftp MikroTik router ftpd 2.9.27

22/tcp open ssh OpenSSH 2.3.0 mikrotik 2.9.27 (protocol 1.99)

53/tcp open domain?

80/tcp open http MikroTik router http config

2000/tcp open callbook?

3128/tcp open http-proxy Squid webproxy 2.5.STABLE11

3986/tcp open mapper-ws_ethd?

8080/tcp open http-proxy Squid webproxy 2.5.STABLE11

2 services unrecognized despite returning data. If you know the service/version,

please submit the following fingerprints at

http://www.insecure.org/cgi-bin/servicefp-submit.cgi :

==============NEXT SERVICE FINGERPRINT (SUBMIT INDIVIDUALLY)==============

SF-Port53-TCP:V=4.20%I=7%D=4/4%Time=4613A03C%P=i686-pc-windows-windows%r(D

SF:NSVersionBindReq,E,”x0cx06×81×84″)%r(DNSStatusR

SF:equest,E,”x0cx90×84″);

==============NEXT SERVICE FINGERPRINT (SUBMIT INDIVIDUALLY)==============

SF-Port2000-TCP:V=4.20%I=7%D=4/4%Time=4613A037%P=i686-pc-windows-windows%r

SF:(NULL,4,”x01″)%r(GenericLines,4,”x01″)%r(GetRequest,18,”

SF:x01×02d?xe4{x9dx02×1axccx8bxd1Vxb2Fxff9xb0″)%r(

SF:HTTPOptions,18,”x01×02d?xe4{x9dx02×1axccx8bxd1Vx

SF:b2Fxff9xb0″)%r(RTSPRequest,18,”x01×02d?xe4{x9dx02x

SF:1axccx8bxd1Vxb2Fxff9xb0″)%r(RPCCheck,18,”x01×02d?

SF:xe4{x9dx02×1axccx8bxd1Vxb2Fxff9xb0″)%r(DNSVersionBindReq,18,”

SF:x01×02d?xe4{x9dx02×1axccx8bxd1Vxb2Fxff9xb0″)%r(

SF:DNSStatusRequest,4,”x01″)%r(Help,4,”x01″)%r(X11Probe,4,”

SF:x01″)%r(FourOhFourRequest,18,”x01×02xb9×15&xf1A

SF:]+x11nxf6×9bxa0,xb0xe1xa5″)%r(LPDString,4,”x01″)%r(LDAP

SF:BindReq,4,”x01″)%r(LANDesk-RC,18,”x01×02xb9×15&

SF:xf1A]+x11nxf6×9bxa0,xb0xe1xa5″)%r(TerminalServer,4,”x01

SF:0″)%r(NCP,18,”x01×02xb9×15&xf1A]+x11nxf6×9bxa0,

SF:xb0xe1xa5″)%r(NotesRPC,18,”x01×02xb9×15&xf1A]+x1

SF:1nxf6×9bxa0,xb0xe1xa5″)%r(NessusTPv10,4,”x01″);

MAC Address: 00:90:4C:91:77:02 (Epigram)

Service Info: Host: routerku; Device: router

Service detection performed. Please report any incorrect results at

http://insecure.org/nmap/submit/ .

Nmap finished: 1 IP address (1 host up) scanned in 123.031 seconds

Raw packets sent: 1706 (75.062KB) | Rcvd: 1722 (79.450KB)

—————————————————————————

Dari hasil scanning tersebut dapat kita ambil kesimpulan, bahwa service dan port yang aktif adalah FTP dalam versi MikroTik router ftpd 2.9.27. Untuk SSH dengan versi OpenSSH 2.3.0 mikrotik 2.9.27 (protocol 1.99). Serta Web proxy memakai Squid dalam versi Squid webproxy 2.5.STABLE11.
Tentu saja pihak vendor mikrotik telah melakukan patch terhadap Hole atau Vulnerabilities dari Versi Protocol diatas.

10.2. Tool administrasi Jaringan

Secara praktis terdapat beberapa tool yang dapat dimanfaatkan dalam melakukan troubleshooting jaringan, seperti tool ping, traceroute, SSH, dll. Beberapa tool yang sering digunakan nantinya dalam administrasi sehari-hari adalah :

o Telnet

o SSH

o Traceroute

o Sniffer

a. Telnet

Perintah remote mesin ini hampir sama penggunaan dengan telnet yang ada di Linux atau Windows.

[admin@routerku] > system telnet ?

Perintah diatas untuk melihat sekilias paramater apa saja yang ada. Misalnya mesin remote dengan ip address 192.168.0.21 dan port 23. Maka

[admin@routerku] > system telnet 192.168.0.21

Penggunaan telnet sebaiknya dibatasi untuk kondisi tertentu dengan alasan keamanan, seperti kita ketahui, packet data yang dikirim melalui telnet belum di enskripsi. Agar lebih amannya kita pergunakan SSH.

b. SSH

Sama dengan telnet perintah ini juga diperlukan dalam remote mesin, serta pringsipnya sama juga parameternya dengan perintah di Linux dan Windows.

[admin@routerku] > system ssh 192.168.0.21

Parameter SSH diatas, sedikit perbedaan dengan telnet. Jika lihat helpnya memiliki parameter tambahan yaitu user.

[admin@routerku] > system ssh ?

The SSH feature can be used with various SSH Telnet clients to securely connect

to and administrate the router

<address> –

user — User name

port — Port number

[admin@routerku] >

Misalkan kita akan melakukan remote pada suatu mesin dengan system operasinya Linux, yang memiliki Account, username Root dan Password 123456 pada Address 66.213.7.30. Maka perintahnya,

—————————————————————————–

[admin@routerku] > system ssh 66.213.7.30 user=root

root@66.213.7.30’s password:

—————————————————————————-

c. Traceroute

Mengetahui hops atau router apa saja yang dilewati suatu packet sampai packet itu terkirim ke tujuan, lazimnya kita menggunakan traceroute. Dengan tool ini dapat di analisa kemana saja route dari jalannya packet.
Misalkan ingin mengetahui jalannya packet yang menuju server yahoo, maka:

[admin@routerku] > tool traceroute yahoo.com ADDRESS STATUS

1 63.219.6.nnn 00:00:00 00:00:00 00:00:00

2 222.124.4.nnn 00:00:00 00:00:00 00:00:00

3 192.168.34.41 00:00:00 00:00:00 00:00:00

4 61.94.1.253 00:00:00 00:00:00 00:00:00

5 203.208.143.173 00:00:00 00:00:00 00:00:00

6 203.208.182.5 00:00:00 00:00:00 00:00:00

7 203.208.182.114 00:00:00 00:00:00 00:00:00

8 203.208.168.118 00:00:00 00:00:00 00:00:00

9 203.208.168.134 timeout 00:00:00 00:00:00

10 216.115.101.34 00:00:00 timeout timeout

11 216.115.101.129 timeout timeout 00:00:00

12 216.115.108.1 timeout timeout 00:00:00

13 216.109.120.249 00:00:00 00:00:00 00:00:00

14 216.109.112.135 00:00:00 timeout timeout

d. Sniffer

Kita dapat menangkap dan menyadap packet-packet yang berjalan di jaringan kita, tool ini telah disediakan oleh Mikrotik yang berguna dalam menganalisa trafik.

[admin@routerku] > tool sniffer

Packet sniffering

.. — go up to tool

start — Start/reset sniffering

stop — Stop sniffering

save — Save currently sniffed packets

packet/ — Sniffed packets management

protocol/ — Protocol management

host/ — Host management

connection/ — Connection management

print –

get — get value of property

set –

edit — edit value of property

export –

Untuk memulai proses sniffing dapat menggunakan perintah Start, sedangkan menghentikannya dapat menggunaka perintah Stop.

[admin@routerku] > tool sniffer start

Proses sniffing sedang dikerjakan, tunggu saja beberapa lama, kemudian ketikkan perintah stop jika ingin menghentikannya. Melihat hasil packet yang ditangkap dapat menggunakan perintah print, untuk mengeksportnya dalam bentuk file dapat digunakan perintah export.

11. Kesimpulan

Untuk pemakaian jaringan berskala Kecil-menengah produk dari Latvia ini, dapat menjadi pilihan, saya disini bukan untuk mempromosikan Produk ini. Namun sebagai gambaran, bagaimana memanfaatkan produk ini untuk berbagai keperluan, lagipula sebagai alternatif dari produk sejenis yang harganya cenderung mahal.

Dengan Mikrotik yang saat ini sedang populernya diterapkan pada berbagai ISP Wireless, Warnet-warnet serta beberapa Perusahaan. Maka Administrasi Sistem Jaringan dapat lebih mudah dan sederhana. Yang jelas untuk sekedar memanfaatkan fasilitas Routing saja, PC TUA anda dapat digunakan.

Mudah-mudahan paparan diatas dapat membantu pembaca dalam memahami, apa dan bagaimana mikrotik ini.

12. Referensi

Artikel ini merupakan kompilasi dari berbagai sumber

1. Web Blog

- http://dhanis.web.id

- http://okawardhana.web.id

- http://harrychanputra.web.id

2. Website

- http://www.cgd.co.id

- http://www.ilmukomputer.org

- http://www.mikrotik.com

- http://www.mikrotik.co.id

- http://forum.mikrotik.com

== Using no way as a way, Using no limitations as a limitation ==

.L.A.M.P.I.R.A.N.

Daftar Port dan Protocol berbagai jenis Trojan, Backdoor, Virus. daftar ini dapat saja tidak berlaku, atau dapat pula perlu ditambah seiring perkembangan Malware tersebut. Update terus Filter Rule mesin mikrotik anda.

2000 Cracks 6776 TCP

Acid Battery 32418 TCP

Acid Battery 2000 52317 TCP

Acid Shivers 10520 TCP

Agent 31 31 TCP

Agent 40421 40421 TCP

Aim Spy 777 TCP

Ajan 25 TCP

Ambush 10666 UDP

AntiGen 25 TCP

AOL Trojan 30029 TCP

Attack FTP 666 TCP

Back Construction 666/5400/5401 TCP

Back Door Setup 5000/5001/7789 TCP

Back Orifice 31337/31338 UDP

Back Orifice 2000 8787/54320/54321 TCP

Back Orifice DLL 1349 UDP

BackDoor 1999 TCP

BackDoor-G 1243/6776 TCP

BackDoor-QE 10452 TCP

BackDoor-QO 3332 TCP

BackDoor-QR 12973/12975 TCP

BackFire 31337 UDP

Baron Night 31337 TCP

Big Gluck (TN) 34324 TCP

BioNet 12349 TCP

Bla 1042/20331 TCP

Black Construction 21 TCP

Blade Runner 21/5400-5402 TCP

BO client 31337 TCP

BO Facil 5556/5557/31337 TCP

Bo Wack 31336 TCP

BoBo 4321 TCP

BOWhack 31666 TCP

BrainSpy 10101 TCP

Bubbel 5000 TCP

BugBear 36794 TCP

Bugs 2115 TCP

Bunker-Hill 61348/61603/63485 TCP

Cain e Abel 666 TCP

Chargen 9 UDP

Chupacabra 20203 TCP

Coma 10607 TCP

Cyber Attacker 9876 TCP

Dark Shadow 911 TCP

Death 2 TCP

Deep Back Orifice 31338 UDP

Deep Throat 41/2140/3150/6771 TCP

Deep Throat v2 2140/3150/6670/6711/60000 TCP

Deep Throat v3 6674 TCP

DeepBO 31337 UDP

DeepThroat 999 TCP

Delta Source 26274 UDP

Delta Source 47262 UDP

Der Spacher 3 1000/1001/2000/2001 TCP

Devil 65000 TCP

Digital RootBeer 2600 TCP

DMsetup 58/59 TCP

DNS 53 TCP

Doly Trojan 21/1010-1012/1015 TCP

Donald Dick 23476/23477 TCP

DRAT 48/50 TCP

DUN Control 12623 UDP

Eclipse 2000 3459 TCP

Eclypse 3801 UDP

Email Password Sender 25 TCP

Evil FTP 23456 TCP

Executer 80 TCP

File Nail 4567 TCP

Firehotcker 79/5321 TCP

Fore 21/50766 TCP

FTP – Trojan 21 TCP

FTP99cmp 1492 TCP

Gaban Bus 12345/12346 TCP

Gate Crasher 6969/6970 TCP

GirlFriend 21554 TCP

Gjamer 12076 TCP

Hack ‘99 KeyLogger 12223 TCP

Hack ‘a’ Tack 31780/31785/31787-31789 TCP

Hack ‘a’ Tack 31791/31792 UDP

HackCity Ripper Pro 2023 TCP

Hackers Paradise 31/456 TCP

HackOffice 8897 TCP

Haebu Coceda 25 TCP

Happy 99 25/119 TCP

Hidden Port 99 TCP

Hooker 80 TCP

Host Control 6669/11050 TCP

HVL Rat5 2283 TCP

icKiller 7789 TCP

ICQ (ICQ.com – community, people search and messaging service!) 1027/1029/1032 TCP

ICQ Revenge 16772/19864 TCP

ICQ Trojan 4590 TCP

Illusion Mailer 2155/5512 TCP

InCommand 9400 TCP

Indoctrination 6939 TCP

Infector 146 TCP

Infector 146 UDP

iNi-Killer 555/9989 TCP

Insane Network 2000 TCP

Invisible FTP 21 TCP

IRC-3 6969 TCP

JammerKillah 121 TCP

Kazimas 113/7000 TCP

Kuang2 25/17300/30999 TCP

Larva 21 TCP

Logged 20203 TCP

Masters’ Paradise 31/3129/40421-40423/40425-40426 TCP

Mavericks Matrix 1269 TCP

Millenium 20000-20001 TCP

MiniCommand 1050 TCP

Mosucker 16484 TCP

Nephron 17777 TCP

Net Administrator 21/555 TCP

Net Controller 123 TCP

Netbios datagram (DoS Attack) 138 TCP

Netbios name (DoS Attack) 137 TCP

Netbios session (DoS Attack) 139 TCP

NetBus 12345-12346 TCP

NetBus Pro 20034 TCP

NetMetropolitan 5031 TCP

NetMonitor 7300-7301/7306-7308 TCP

NetRaider 57341 TCP

NETrojan 1313 TCP

NetSphere 30100-30103 TCP

NetSpy 1024/1033/31338-31339 TCP

NewApt 25 TCP

NoBackO 1200-1201 UDP

One of the Last Trojan (OOTLT) 5011 TCP

OpC BO 1969 TCP

PC Crasher 5637-5638 TCP

Phase Zero 555 TCP

Phineas Phucker 2801 TCP

Pie Bill Gates 12345 TCP

Portal of Doom 3700/9872-9875 TCP

Portal of Doom 10067/10167 UDP

Priority 6969/16969 TCP

Progenic 11223 TCP

ProMail Trojan 25/110 TCP

Prosiak 22222/33333 TCP

Psyber Stream Server 1024/1170/1509/4000 TCP

Rasmin 531/1045 TCP

RAT 1095/1097-1099/2989 TCP

RC 65535 TCP

Rcon 8989 TCP

Remote Grab 7000 TCP

Remote Windows Shutdown 53001 TCP

RingZero 80/3128/8080 TCP

Robo-Hack 5569 TCP

Satanz backDoor 666 TCP

ScheduleAgent 6667 TCP

School Bus 54321 TCP

Schwindler 21554/50766 TCP

Secret Agent 11223 TCP

Secret Service 605/6272 TCP

Senna Spy FTP Server 21/11000/13000 TCP

ServeMe 5555 TCP

ServeU 666 TCP

Shadow Phyre 666 TCP

Shit Heep 6912 TCP

ShockRave 1981 TCP

Shtirlitz 25 TCP

Sivka-Burka 1600 TCP

SK Silencer 1001 TCP

Socket25 30303 TCP

Sockets de Troie 5000-5001/30303/50505 TCP

SoftWAR 1207 TCP

Spirit 2001a 33911 TCP

SpySender 1807 TCP

Stealth 25 TCP

Stealth Spy 555 TCP

Streaming Audio trojan 1170 TCP

Striker 2565 TCP

SubSeven 1243/2773/6711-6713/6776/7000/7215

/27374/27573/54283 TCP

SubSeven Apocalypse 1243 TCP

Syphillis 10086 TCP

Tapiras 25 TCP

TCP Wrappers 421 TCP

TeleCommando 61466 TCP

Terminator 25 TCP

Terror Trojan 3456 TCP

The Invasor 2140/3150 TCP

The Prayer 2716/9999 TCP

The Spy 40412 TCP

The Thing 6000/6400 TCP

The Traitor 65432 TCP

The Traitor 65432 UDP

The Trojan Cow 2001 TCP

The Unexplained 29891 UDP

Tiny Telnet Server 23/34324 TCP

TransScout 1999-2005/9878 TCP

Trinoo 34555/35555 UDP

Truva Atl 23 TCP

Ugly FTP 23456 TCP

Ultor’s Trojan 1234 TCP

Vampire 1020 TCP

Vampyre 6669 TCP

Virtual Hacking Machine 4242 TCP

Voice 1024/1170/4000 TCP

Voodoo Doll 1245 TCP

Wack-a-mole 12361-12362 TCP

Web Ex 21/1001 TCP

WhackJob 12631/23456 TCP

WinCrash 21/2583/3024/4092/5714/5741-5742 TCP

WinGate (socks-proxy) 1080 TCP

WinHole 1080/1082 TCP

WinNuke 135/139 TCP

WinPC 25 TCP

WinSatan 999 TCP

WinSpy 25 TCP

X-bill 12345-12346 TCP

Xplorer 2300 TCP

Xtcp 5550 TCP

Xtreme 1090 TCP

YAT 37651

Pembatasan Brute Force

/ ip firewall filter

add chain=input protocol=tcp dst-port=22 connection-limit=1,32 action=add-src-to-address-list address-list=ssh_logins address-list-timeout=2m comment=”” disabled=no

add chain=input protocol=tcp dst-port=22 src-address-list=!ssh_logins action=accept comment=”” disabled=no

add chain=forward src-address=192.168.1.10 protocol=tcp src-port=21 content=”password incorrect” action=add-dst-to-address-list address-list=ftp_logins address-list-timeout=1m comment=”” disabled=no

add chain=forward src-address-list=ftp_logins action=drop comment=”” disabled=no

Pemblokiran beberapa URL tertentu dapat dilakukan pada mikrotik. Jika paket web-proxy telah terinstall dan web-proxynya juga telah dikonfigurasi, maka perintah dibawah ini dapat disertakan.

Update terus URL dibawah ini, sesuai dengan kebutuhan Anda.

Blok URL Tertentu untuk Web Proxy Access list. Cari Sendiri URL yang akan diblok

/ip web-proxy access

add url=”ds.eyeblaster.com” action=deny comment=”” disabled=no

add url=”duolaimi.net” action=deny comment=”” disabled=no

add url=”dutch-sex.com” action=deny comment=”” disabled=no

add url=”dvdbank.org” action=deny comment=”” disabled=no

add url=”eager-sex.com” action=deny comment=”” disabled=no

add url=”eases.net” action=deny comment=”” disabled=no

add url=”easyantispy.com” action=deny comment=”” disabled=no

add url=”easycategories.com” action=deny comment=”” disabled=no

add url=”easy-search.net” action=deny comment=”” disabled=no

add url=”ecosrioplatenses.org” action=deny comment=”” disabled=no

add url=”ecstasyporn.net” action=deny comment=”” disabled=no

add url=”ehg-bestbuy.hitbox.com” action=deny comment=”” disabled=no

add url=”ehg-dig.hitbox.com” action=deny comment=”” disabled=no

add url=”ehg-espn.hitbox.com” action=deny comment=”” disabled=no

add url=”ehg-intel.hitbox.com” action=deny comment=”” disabled=no

add url=”ehg-macromedia.hitbox.com” action=deny comment=”” disabled=no

Juni, 16-2008

Membuat Router Sederhana Menggunakan Windows

Diarsipkan di bawah: jaringan, windows — soekry @ 11:24 am

Bagian paling sulit & paling fatal dalam jaringan komputer sekelas Internet adalah mengabstraksikan (membayangkan) cara kerja jaringan tersebut. Bagaimana mungkin jutaan komputer di seluruh dunia saling berkomunikasi tanpa ada kesalahan dalam pengiriman data, tanpa ada kesalahan memilih rute dll.

Pengalaman saya selama ini menunjukan bahwa kemampuan matematika yang baik akan sangat membantu dalam membayangkan (mengabstraksikan) kerja sebuah jaringan Internet. Konsep matematika seperti domain, set, subset menjadi sangat membantu dalam mengabstraksikan / membayangkan kerja routing & kerja Internet. Kemampuan matematika yang lemah, tampaknya menjadi kendala banyak orang Indonesia dalam mengabstraksikan kerja Internet.

Tulisan ini mencoba membahas pembuatan sebuah router sederhana menggunakan sistem operasi Windows 98. Terus terang, untuk aplikasi jaringan yang serius sebaiknya anda menggunakan Linux sebagai basis pembangunan sebuah router maupun komponen jaringan lainnya.

Ada Lima (5) tahapan dalam membuat sebuah router di mesin Windows 98, yaitu:

1. Rancangan Topologi Jaringan.

2. Konfigurasi kartu jaringan (LAN)

3. Konfigurasi sistem operasi

4. Belajar menggunakan perintah route.exe

5. Membuat batch file autostarting.


Rancangan Topologi Jaringan

Sebelum kita melakukan konfigurasi ada baiknya kita gambarkan terlebih dulu bentuk / topologi jaringan yang akan di gunakan. Dengan cara demikian akan sangat memudahkan dalam merancang setup routing yang perlu dilakukan.

Topologi jaringan yang akan digunakan terlihat dalam gambar di atas, merupakan topologi yang agak kompleks, terdiri dari dua buah LAN dengan keluarga IP:

192.168.0.x

192.168.120.x

Dalam topologi tersebut terdapat dua (2) buah router, yaitu:

  • Router 1 – menghubungkan Internet dengan LAN 192.168.120.x dengan alamat IP pada card ethernet yang digunakan 192.168.120.1.
  • Router 2 – menghubungkan LAN 192.168.0.x dan LAN 192.168.120.x, dengan alamat IP 192.168.0.1 dan 192.168.120.114.

Dalam tulisan ini, fokus akan diberikan pada setup Router 2 dengan dua (2) interface ethernet card dengan sistem operasi Windows 98.

Perlu di catat bahwa untuk keperluan normal di WARNET atau perkantoran kita cukup menggunakan konfigurasi LAN 192.168.120.x di atas. Konsep ini sengaja di kemukakan supaya membuka wawasan bahwa konfigurasi LAN dapat dibuat kompleks dengan menambahkan router ke LAN yang lain sehingga membentuk RT/RW-net.


Konfigurasi kartu jaringan (LAN)

Langkah selanjutnya adalah mengkonfigurasi kartu jaringan LAN. Ada dua (2) langkah yang perlu dilakukan, yaitu:

· Memastikan bahwa LAN card yang digunakan dikenali oleh sistem operasi & berjalan dengan baik.

· Mengkonfigurasi protokol yang di tempelkan di LAN card & menset parameternya.

Untuk memastikan bahwa LAN Card telah dikenali & berjalan dengan baik, dapat di periksa melalui

Start à Settings à Control Panel à System à Device Manager à Network Adapters.

Jika LAN card yang digunakan dikenali maka akan tampak pada layar, pada contoh yang saya gunakan terlihat ada tiga (3) network adapter, yaitu:

· Serial dial-up.

· D-Link

· Samsung

Jika kita klik properties dari masing-masing card akan tampak kondisi masing-masing card tersebut.

Pastikan dalam device status bahwa “This device is working properly”. Jika ternyata tidak berjalan dengan baik, maka pada driver kita dalam memasukan ulang driver LAN card tersebut.

Jika ternyata card LAN yang anda gunakan tidak berhasil di deteksi, anda harus mencari LAN card driver yang biasa di bawa dalam disket LAN card tsb. Dan menginstall-nya melalui fasilitas

Add New Hardware

Di control panel.

Dalam tulisan ini setup akan dilakukan pada card D-Link DFE 538TX dan SAMSUNG 11Mbps WLAN PCI Card.

Setelah yakin bahwa LAN card yang digunakan di kenali dengan baik oleh sistem operasi, selanjutnya kita akan mengkonfigurasi jaringan. Hal ini dilakukan melalui perintah,

Start à Settings à Control Panel à Network à Configuration.

Biasanya pada konfigurasi jaringan akan tampak LAN card yang tersambung ke komputer dan TCP/IP telah di tempelkan ke card tsb. Selanjutnya adalah menset beberapa parameter TCP/IP agar sesuai dengan topologi jaringan yang telah kita rancang sebelumnya.

Pada tulisan ini, D-Link DFE538TX tersambung ke jaringan 192.168.0.x dan SAMSUNG 11Mbps WLAN tersambung ke jaringan 192.168.120.x.

Untuk menset IP address, netmask masing-masing LAN card kita perlu mengklik property TCP/IP dari masing-masing LAN card.

Pada property TCP/IP dari LAN card ada IP address, di situ kita bisa memilih Specify an IP address, dan menentukan IP Address dan subnet mask-nya.

Untuk card D-Link yang tersambung ke jaringan 192.168.0.x di set IP address 192.168.0.1 dengan subnet mask 255.255.255.0.

Untuk card SAMSUNG yang tersambung ke jaringan 192.168.120.x di set IP address 192.168.120.114 dengan subnet mask 255.255.255.0.

Karena card SAMSUNG yang akan menghubungkan router ini ke dunia luar, maka pada bagian gateway di set ke Router 1 dengan IP 192.168.120.1.

Bagian yang akan membuat pusing kepala para pemula adalah menentukan IP address, subnet mask, gateway dll. Pada tahapan ini akan sangat memerlukan kemampuan matematika untuk mengabstraksi berbagai nomor tersebut.

Untuk ke amanan jaringan, sebaiknya dimatikan semua binding ke “Client for Microsoft Networks”, “File and printer sharing for Microsoft Networks”, dan “Microsoft Family Logon”


Konfigurasi sistem operasi

Setelah semua LAN card di konfigurasi dengan baik, langkah selanjutnya adalah lihat konfigurasi jaringan / router di sistem operasi windows. Ada dua (2) hal yang akan dilakukan pada tahapan ini, yaitu,

  1. Cek konfigurasi IP di sistem operasi Windows 98.
  2. Buka kemampuan routing sistem operasi Windows 98.

Untuk men-cek konfigurasi IP di sistem operasi Windows, dapat dilakukan melalui MS-DOS dan menggunakan perintah:

C:\> winipcfg

Akan tampak pada layar windows konfigurasi IP & kita dapat melihat bahwa card D-Link dengan hardware address 00:50:ba:4f:4e:ea mempunyai alamat IP 192.168.0.1 dan subnet mask 255.255.255.0.

Dengan memindahkan adapter yang digunakan ke SAMSUNG, akan terlihat hardware address SAMSUNG adalah 00:00:f0:64:96:ae, dengan alamat IP 192.168.120.114 dan netmask 255.255.255.0. Ada tambahan parameter yang tidak ada pada card D-Link yaitu default gateway yang di set ke 192.168.120.1.

Cara lain untuk men-cek konfigurasi IP adalah menggunakan perintah

C:\> ipconfig

Tampak pada layar ada tiga (3) adapter jaringan yang terdeteksi adapter

Ethernet 0 – dial-up adapter

Ethernet 1 – D-Link card

Ethernet 2 – SAMSUNG card.

Pastikan bahwa semua parameter seperti alamat IP, netmask, gateway harus sesuai dengan rancangan topologi LAN yang telah di rencanakan terlebih dulu.

Selanjutnya adalah mengaktifkan kemampuan routing dalam sistem operasi Windows 98. Hal ini dilakukan dengan cara mengedit registry Windows 98 menggunakan,

C:\> regedit

Anda perlu menambahkan pada

HKEY_LOCAL_MACHINE\System\CurrentControlSet\Services\VxD\MSTCP

Agar ada parameter

EnableRouting “1”

Caranya klik kanan MSTCP pilih New à String Value. Kemungkinan besar akan terlihat sebuah parameter dengan nama New Value #1. Rename New Value #1 menjadi EnableRouting dan masukan nilai-nya menjadi “1”.


Belajar menggunakan perintah route.exe

Sebetulnya sampai tahapan ini setelah semua setting di lakukan maka PC Windows 98 yang kita gunakan dapat digunakan sebagai router.

Kadang kala, kita membutuhkan beberapa perintah tambahan untuk menambahkan, mengurangi tabel routing. Terutama kalau ada user nakal di jaringan yang suka masuk ke situs yang tidak baik & perlu di blokir, dapat dilakukan dengan cara menghilangkan tabel routing ke situs tersebut.

Perintah yang akan sangat membantu untuk menset tabel routing adalah perintah route.exe, yang bisa dijalankan di MS-DOS. Ada tiga (3) perintah yang akan sering digunakan pada route.exe, yaitu

C:/> route print

C:/> route add

C:/> route delete

Perintah “route print” digunakan untuk melihat tabel routing yang ada di Windows 98, tampak pada gambar adalah contoh tampilan hasil melakukan route print. Memang tabel routing dapat dibuat sangat kompleks.



Perintah

C:/> route add 202.123.22.1 192.168.120.1

Akan menambahkan route paket untuk menuju alamat 202.123.22.1 agar di relaykan melalui mesin 192.168.120.1.

Perintah

C:> route delete 202.123.22.1

Akan menghilangkan routing ke arah mesin 202.123.22.1 dari tabel routing Windows 98.

Membuat batch file autostarting

Tentunya jika anda menambahkan tabel routing secara manual ada baiknya membuatnya dalam bentuk batch file di DOS yang dapat di edit menggunakan editor teks dan diberi ekstensi *.bat di akhir file-nya.

Seninya adalah bagaimana supaya file teks yang kita edit akan dijalankan oleh Windows pada saat booting pertama kali. Hal ini dilakukan dengan memberikan kode pif pada file tersebut.

Caranya adalah sebagai berikut,

  • Buatlah file yang akan anda jalankan berisi perintah route
  • Simpan file tersebut di harddisk misalnya di c:\route\doroute.bat
  • Cari file tersebut menggunakan Windows Explorer atau My Computer
  • Setelah di temukan klik kanan pada file tersebut untuk mengedit property.
  • Para parameter Run pilih Minimized, beri tanda klik pada Close on exit, tekan tombol OK.
  • Sebuah file dengan mana doroute.bat.pif akan dibuat.
  • Masukan (move) doroute.bat.pif ke folder startup agar setiap kali komputer di booting akan menjalankan doroute.bat.

Juni, 10-2008

Bila cinta memanggilmu, turutilah bersamanya

Diarsipkan di bawah: puisi — soekry @ 6:31 pm

Kendati jalan yang mesti engkau sangat keras dan terjal
Ketika sayap-sayapnya merangkulmu, maka berserah dirilah padanya
Sekalipun pedang-pedang yang bersemayam di balik sayap-sayap itu barangkali akan melukaimu
Ketika ia bertututr kepadamu, maka percayalah padanya
Wlalaupun suaranya akan memporandakan mimpi-mimpimu laksana angin utara yang meluluh-lantakkan tetanaman
Cinta akan memahkotai dan menyalibmu
Menyuburkan dan mematikanmu
Membubungkanmu terbang tinggi, mengelus pucuk-pucuk rerantinganmu yang lentik dan menerbangkanmu ke wajah matahari
Namun cinta juga akan mencekik dan menguru-uruk akar-akarmu sampai tercabut dari perut bumi
Serupa dengan sekantong gandum, cinta menyatukan dirimu dengan dirinya
Melolosmu sampai engkau bugil bulat
Mengulitimu sampai engkau terlepas dari kulit luarmu
Melumatmu untuk memutihkanmu
Meremukkanmu sampai engkau menjelma liat
Lantas,
Cinta akan membopongmu ke kobar api sucinya
Sampai engkau berubah menjadi roti yang disuguhkan dalam suatu jamuan agung kepada Tuhan
Cinta melakukan semua itu hanya untukmu sampai engkau berhasil menguak rahasia hatimu sendiri
Agar dalam pengertianmu itu engkau sanggup menjadi bagian dari kehidupan
Jangan sekali-kali engkau ijinkan ketakutan bersemayam di hatimu
Supaya engkau tidak memperbudak cinta hanya demi meraup kesenangan
Sebab memang akanjauh lebih mulia bagimu
Untuk segera menutupi aurat bugilmu dan meninggalkan altar pemujaan cinta
Memasuki alam yang tak mengenal musim
Ynag akan membuatmu bebas tersenyum, tawa yang bukan bahak, hingga engkaupun akan menangis, air mata yang bukan tangisan
Cinta tak akan pernah menganugerahkan apa pun kecuali wujudnya sendiri
Dan tidak sekali-kali menuntut apapun kecuali wujudnya sendiri itu pula
Cinta tidak pernah menguasai dan tidak pernah dikuasai
Lantaran cinta terlahir hanya demi cinta
Manakala engkau bercinta, jangan pernah tuturkan “Tuhan bersemayam di dalam lubuk hatiku.”
Namun ucapkanlah “Aku tengah bersemayam di dalam lubuk hati Tuhan.”
Jangan pula engkau mengira bahwa engkau mampu menciptakan jalanmu sendiri.
Sebab hanya dengan seijin cintalah jalanmu akan terkuak
Cinta tidak pernah mengambisikan apapun kecuali pemuasan dirinya sendiri
Tetapi bila engkau mencintai dan terpaksa mesti menyimpan hasrat, maka jadikanlah hasratmu seperti ini:
Melumatkan diri dan menjelma anak-anak sungai yang gemericik mengumandangkan tembang ke ranjang malam
Memahami nyerinya rasa kelembutan
Berdarah oleh pandanganmu sendiri terhadap cinta
Menanggung luka dengan hati yang penuh tulus nan bahagia
Bangkit di kala fajar dengan hati mengepakkan sayap-sayap
Dan melambaikan rasa syukur untuk limpahan hari yang berbalur cinta
Merenungkan muara-muara cinta sambil beristirahat di siang hari
Dan kembali di kala senja dengan puja yang menyesaki rongga hati
Lantas, engkaupun berangkat ke peraduanmu dengan secarik doa
Yang disulurkan kepada sang tercinta di dalam hatimu
Yang diiringi seuntai irama pujian yang meriasi bibirmu.

Melihat Lalu Lintas di Network Dengan NTOP

Diarsipkan di bawah: jaringan — soekry @ 3:57 pm

NTOP adalah tool untuk melihat traffic di network dan menampilkannya untuk kita dalam bentuk yang luar biasa hebat. NTOP sendiri diklaim sebagai tool network probing open source paling handal, setidaknya menurut saya :) . Berbeda dengan program sejenis seperti cacti, MRTG, nagios, dan lainnya, NTOP lebih tenang dalam penyajian tampilan dan relatif enak dilihat tanpa opsi-opsi dan pilihan-pilihan fitur yang rumit. NTOP melakukan probing hampir sama dengan program top pada linux sehingga admin dapat melihat aktifitas network dengan mudahnya. Hebatnya lagi, tampilannya disajikan secara web based dan enak dilihat.

Komputer server tempat NTOP berdiam memiliki spesifikasi sebagai berikut :

System Operasi : Slackware 11.0

Prosesor sistem : Pentium III 733 Mhz

Memori : 311 MB

HDD : 20 GB

Tahap Pertama

Download program Ntop disitusnya :

$ pwd

/home/t0m

$ wget http://optusnet.dl.sourceforge.net/sourceforge/ntop/ntop-3.3rc1.tgz

Baca selengkapnya>>

Juni, 6-2008

Perjalan

Diarsipkan di bawah: puisi — soekry @ 9:33 pm

Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika bertemu seseorang yang sangat berarti dan mendapati pada akhirnya bahwa tidak demikian adanya dan harus melepaskannya pergi.

Beritahukan kepadaku apa bacaan-bacaanmu, niscaya aku akan beritahu siapa diri kamu ini.

Masa depan yang cerah selalu tergantung pada masa lalu yang dilupakan. Kita tidak dapat meneruskan hidup dengan baik jika tidak dapat melupakan kegagalan dan sakit hati di masa lalu.

Hidup tanpa pegangan ibarat buih-buih sabun. Bila-bila masa ia akan pecah.

Keutamaan akal ialah hikmah kebijaksanaan, dan keutamaan hati ialah keberanian.

Barang siapa yang hari ini sama dengan kemarin, maka tertipulah dia, dan barang siapa hari ini lebih jahat dari kemarin, maka terkutuklah dia.

Cinta

Diarsipkan di bawah: puisi — soekry @ 9:20 pm

Bahagia datang tersenyum
Mengharum bagai cendana
Dalam bahagia cinta tiba
Bersinar bagai mentari
Berwarna bagai sari

Kuayunkan langkah
Kuhirup udara kerinduan
Yang semakin menyesakkan
Setiap kutatap wajahmu
Hatiku terasa tak menentu
Kaulah selama ini
Yang selalu hadir dalam mimpiku
Seakan kau gapai harapanku

Ragu…
Namun…

Hatiku ragu…
Apakah pintu dihatimu
Selalu terbuka untuk…
Mencintaiku

Dengan tulus dan suci?

Baca yang lainnya>>

Juni, 2-2008

Pengaturan Jaringan Internet

Diarsipkan di bawah: jaringan — soekry @ 9:48 pm

Penamaan host

Penamaan dalam herarki

Penamaan disimpan dan dikelola secara herarkis oleh server Domain Name Service (DNS). DNS pusat (yaitu root) mendelegasikan subdomain ke pengelola subdomain di bawahnya. Demikian seterusnya.
Untuk memperoleh sebuah domain, seseorang harus mendaftar (biasanya dengan biaya) ke pengelola domain di atasnya. Misalnya, untuk memperoleh “unpar.ac.id”, harus mendaftar ke pemegang domain “ac.id”.

Hubungan nama dan alamat dalam TCP/IP disimpan dan dikelola oleh server yang menyediakan pelayanan Domain Name Service (DNS). Penterjemahan nama-alamat dapat dilakukan dua arah dan tidak harus sama.

Misalnya:

  • IP=10.1.1.12 diberi nama intern-12.unpar.ac.id
  • main-router.unpar.ac.id diberi IP=10.1.1.12

Penterjemahan nama ke IP dan sebaliknya dapat dilakukan secara:

  1. Statis dengan menggunakan file “C:\WINDOWS\HOSTS.” (MS-Windows) atau “/etc/hosts” (UNIX, netware), atau
  2. Dinamis dengan DNS server. Akses ke internet menuntut konfiguras dinamis.

Contoh file HOSTS

# baris yang diawali dengan tanda # diabaikan
# kolom-1       kolom-2          kolom-3
# IP            nama-panjang     nama-pendek
 
# sebaiknya baris berikut ini ada dan tidak diganti
127.0.0.1       localhost
 
# komputer yang sering dihubungi
10.210.1.2      home.unpar.ac.id        home
10.210.1.1      proxy.unpar.ac.id       proxy
167.205.206.59  www.gema.or.id          gema
 
# isian berikut ini pasti salah
10.1.1.267  ngeledek.unpar.ac.id    ngeledek
 
127.0.0.1   mycomputer.mydomain mycomputer

Konfigurasi DNS untuk UNIX ada di file /etc/resolv.conf

Baca Selengkapnya>>

Blog pada WordPress.com.