Hadir ke dunia hanya bikin susah?
Bertemu manusia tak memberi guna?
Ada dan tiada, sama saja!
Gak berpengaruh apa-apa!
Cuma numpang lewat, trus pergi…
Hidup tak berarti.
Pernahkah kau berpikir bahwa dunia itu indah?
Tapi tidak bagi saya,
Karena ku hanya sampah…
Hina, dina, nista…
Andai saja ku tak mengenal dunia
Pasti ku sudah bahagia di syurga
Andai saja ku tak mengenal manusia
Satu cintaku hanya untukNya
Andai saja aku tidak ada
Andai saja ku tak pernah tercipta
Andai saja kisahku tak tercantum dalam kitab yang nyata
Tak kan ada nama Khaleeda
Tak kan ada cerita
Tak kan ada apa-apa
Setidaknya bagi saya…
Tapi Dia melarangku untuk berandai-andai
Gak boleh!
Lagian aku bahagia!
Saaaaangat bahagia!
Jika aku tak pernah ada,
Aku tak kan pernah mengenalNya
Padahal Dia adalah segala-galanya
Aku sangat mencintaiNya
Aku sangat memujaNya
Aku tak mau jauh dariNya
Alhamdulillah, ternyata aku ada….
Kini, aku akan berusaha
Tuk jadi yang terbaik di sisiNya
Berlomba menggapai ridhoNya
Bersama milyaran hambaNya..
Semoga aku satu diantaranya
yang terpilih mendapat cintaNya…
Amiiiin….
untuk diriku…
menanti fajar menyibak tirai semesta
belum lagi puas ku mengecup syahdu sang purnama,
tapi rinduku berkhalwat denganMU mengejutkanku
dari tidur panjang yang melenakan
Bathinku berbisik di sela-sela semilir angin,
“adakah bayang dirinya menghalangiku dari terang cahayaMU?
adakah dunia menyilaukan mata hatiku
dan membuatku berpaling dari menatap indah wajahMU?”
segenggam penyesalan ku hanyutkan ke dalam telaga jiwa,
mengalir bersama rintik-rintik air mata
yang menenggelamkanku dalam sujud panjang
di sepertiga malam
ku selipkan ikrar suci dalam untaian do’a,
“Rabb, tak kan ku biarkan cinta semu kepada selainMU
menggeser posisiMU dalam tangga cintaku…
apapun, dan siapapun itu..!!
“Rabb…jiwa ini merinduMU….”
Mentari Tak Lagi Menari
Semburat Cahyanya menyisakan kepiluan
karena mendung kini menghampiri
yang ada tinggallah tangis penyesalan….
Allah…..
Saat ku terjatuh, bantulah aku untuk bangkit
Saat ku tersesat, tunjukkan arah ke mana mesti ku pergi
Dari mana aku datang, ke situlah ku kan pulang.
Allah….
Saat ini aku tertatih menujuMu
Langkahku berat untuk berjalan
Punggungku tak kuat memikul beban
Aku lemah, tak berdaya
Bawa aku pergi
Berlari….Berlari…dan terus berlari
Mengejar cintaMu
sebatas retorika
Kataku masih melata di ufuk khayalku
Terjebak di kerangkeng otak berdebu
Bagaimana kalimat dapat ku renda,
sementara huruf masih tertatih ku eja
Kataku masih merayap di lubuk anganku
Terperangkap di jejaring sang waktu
Padahal, pena sudah mengetuk-ngetuk jiwa
dan puisi tak henti-henti mencambuk sukma
Lelah ku arungi samudera wacana
demi meramu cerita dari percikan realita
Letih ku layari muara tanda petanda
demi meracik kisah dari serpihan fenomena
Sibuk aku dengan jejalan kata yang meronta
sementara benak masih tersumbat timbunan tanya
apa semua hanya sebatas retorika?
Sajak Tak Bertuan
Tak tahu akan ku tujukan ke siapa barisan kata ini
Entah ku alamatkan ke mana serpihan rasa ini
Yang jelas, aku hanya ingin menulis!
Untuknya,
Yang masih dalam tanya…
“Kidung Penantian”
percik-percik rindu menerpa hati yang merayu
menggoda angan yang mencumbu syahdu
akulah pemilik rasa itu,
rasa yang mampu menyeret kesadaranku
merembesi serat-serat ruang dan waktu
tak usah cemas menggelayutimu
aku masih sanggup mengendalikan, tanpa harus membunuhnya
aku bisa merawat, tanpa harus membesarkannya
inilah cinta sederhana, dari orang sederhana
lihatlah..
musim semi telah tiba
bunga-bunga cinta bermekaran. tersenyum, menyapa hati yang kasmaran
dengarlah…
bisik rerumputan di pelataran
yang inginkan,
agar kau dan aku menjadi kita
lalu bersama, memadu jalinan suci penuh berkah
biar ku renda hari bersama rindu
sembari menunggumu di batas waktu
jemariku tak kan pernah lelah merangkai untaian kasih untukmu
penaku tak kan pernah kering menuliskan syair cinta buatmu
seperti burung yang tak pernah jemu menyenandungkan lagu rindu untuk kekasihnya
tak kan ada hentinya,
hingga kau menuntunku menuju nirwana
ah, bumi ini terlalu sempit untuk kita nikmati berdua
hidup ini terlalu singkat untuk kita miliki selamanya
aku ingin kau tahu
untukmu, ada sebentuk cinta
yang selalu ku jaga
agar tetap suci tak ternoda
nanar mataku menyorot pendar bulan yang kian memudar
wajahnya terlihat pucat
sepucat bebintang yang kini sekarat
sementara desau angin tersedu, menangis pilu
menemaniku, yang terkurung di penjara sang waktu
biarpun jiwa merintih dan langkah tertatih
tak letih, ku kejar bayangmu yang tak bertepi
dan malam pun semakin ringkih
tapi, masih terlalu pagi untuk bangun dari mimpi
wahai, kau…
yang merampas segenap perhatian
sampai kapan namamu menjadi tebakan
mungkinkah, dalam gerimis hati, ku temukan jawaban?
wahai, kau…
yang mampu nyalakan lentera inspirasi
buatku, kau tetap menjadi misteri
Tuhan, adakah dia peduli
akan semua rasa ini?
seperti tanah tandus yang rindukan hujan
ku tunggu kabarmu yang masih diam
HARAPAN
Puisi cinta dari Mey_Mey
Ingin rasanya aku terbang ke langit
Agar aku dapat menggapainya
Dan memohon padanya
Jangan ambil kakakku
Berikan kebahagiaan
Hilangkan rasa sedih dihatinya
Ingin rasanya aku membahagiakan kakak
Aku ingin kakak bahagia dan
Aku ingin melihat kakak berubah
Aku ingin melihat kakakku
Tersenyum lagi seperti dahulu
Ingin rasanya aku terbang tinggi
Agar dapat menggapai bintang
Dan memohon kepada allah
Agar jangan ambil kakakku
Air mata terus menetes
Tak dapat terhentikan
Ku selalu berharap padanya
Berikan kebahagiaan
Berikan kesempatan satu kali
Agar kakakku untuk berbuat baek
dan…..
Bersujud padamu ya allah




Bagus banget makna nya…. siip
Komentar oleh asty — Juni, 22-2008 @ 8:43 am
[...] Baca yang lainnya>> [...]
Ping balik oleh Cinta « Soekry — Agustus, 23-2008 @ 11:35 pm
gw suka bgt tuh yg RENUNGAN
top bgt
Komentar oleh roby — Februari, 17-2009 @ 4:50 am
makasih ya bang
Komentar oleh soekry — Februari, 20-2009 @ 5:12 pm