Soekry

Mei, 29-2009

RIndu Senyummu, CInta !

Filed under: Keseharian Q, puisi — soekry @ 3:26 pm

Mawar memang merah, tetapi tak selamanya cerah !
Aku mencintaimu, tapi tak selamanya aku benar !
Inilah aku, dinda ! Segala keterbatasan ada padaku !
Janganlah salahkan dirimu, salahkan aku saja !

Duri selalu muncul dari diriku untukmu
Namun percayalah , dinda !
Tak sekalipun kusiapkan duri itu bagimu, sungguh !
Semua, gelombang perih !

Lututku tak pantas berlutut bagimu !
Karena ia berada di bawah lututmu, sayang !
Maafku tak kunjung keluar !
Karena itu bukan penyelesaian, benar ?

Alirilah aku dengan maafmu, sayang.
Basahilah aku dengan teduh jiwamu.
AKu mencintaimu, sayang.
Kau mencintaiku, sayang.
cukup itu saja, benar bukan ?

Tuhan adakan kita bukan tanpa tujuan
Tuhan satukan kita demi kehidupan lain
Tahan diriku, sayang, agar kita bertahan !
Maafkan diriku, dinda, agar kita termaafkan !

Kupetik bunga-bunga kering bagimu
karena kaulah bunga segarku
tak kunjung layu kau dimataku
tak kunjung sirna kau dari hatiku

maaf …..
ini pasti bukan terakhir,sayang
karena aku bukan Arjuna ataupun bunga cinta !
tapi, ini awal yang baru……

Agar bimbang ini menjauh ……..

Rindu akan dirimu adalah hukuman terberat bagiku

Ijinkan sekali lagi aku melihat senyum itu…..

Boleh kan, sayang ?!?

Mei, 23-2009

Arti Kau Bagiku

Filed under: Keseharian Q, puisi — soekry @ 8:01 pm

Saat hatiku ini

Terasa hampa, dibalut oleh sepi

Hanya satu pengobatnya

Ku ingin kau hadir

Ditengah itu

Kau akan selalu berarti

Memberikan warna dalam hidup

Tempat mengungkapkan

Segala yang kurasakan

Hingga semua jadi indah

Akan hampa hariku tanpamu

Sepi akan mencekam

Cahaya akan redup

Bila kau tak hadir

Sebagai sesuatu yang berharga

Bagiku Dirimu nafas ku

Lebih berarti dari pada apapun

Kau Adalah belahan hatiku

Mei, 21-2009

Hanya Satu Yang Kupinta

Filed under: Keseharian Q, puisi — soekry @ 11:06 am

Sepi ini selalu menemani

Diam dalam hati tanpa mau berganti

Semua semakin dalam dan mencekam

Sakit ini tak tertahan

Sepi ini selalu menemani

Hanya satu yang kupinta

Bertemu dengannya sekali saja

Aku ingin menatap wajahnya

Memeluknya jika aku bisa

Sebelum aku menutup mata

Akan kurangkai sebuah kata

Goresan kecilku yang sederhana

Hanya untuk dia yang kucinta

Sepi ini selalu menemani

Aku tak lagi meminta

Karena waktu itu segera tiba

Jangan ada tetesan air mata

Jangan ada duka karena aku tidak menderita

Panjatkan saja sekeping do’a

Iringiku menuju pusara

Mei, 19-2009

Cinta Tanpa Kata²

Filed under: Keseharian Q, puisi — soekry @ 10:25 pm

Hidup adalah warna warni
Jika datang cinta selalu
Menuntut pengorbanan
Sejak manusia pertama

Aku adalah pencinta biasa
Yang dengan hati mencintaimu
Mencinta dengan caraku
Cinta yang mengharapkan setia

Cinta tanpa kata-kata
Cinta seperti embun dan pagi
Cinta seperti bulan dan bintang
Cinta seperti api dan bara

Kamu telah ku pilih untuk cintaku
Bukan cinta untuk melampiaskan nafsu semata-mata
Bukan cinta untuk saling berdusta
Tapi cinta untuk meraih bahagia

Ku nikmati semua waktu yang ada
Walau hanya dalam dunia maya kita bersua
Walau hanya dalam nada mendengar suara
Nurani ku menyimpan harapan menjadi nyata
Serta berharap dapat menikahimu untuk selamanya

Mei, 13-2009

Menanti

Filed under: Keseharian Q, puisi — soekry @ 12:06 am

Andaikan aku bisa bercerita padamu

Cerita indahnya kemilau fajar menyambutku

Teriknya mentari yang membakar kulitku

Indahnya sinar bulan dan bintang ketika malam

Rinduku mendengar suaramu

Walau aku tau itu tak akan pernah bisa

Hatiku sengsara karena cinta

Meski aku tetap menaruh asa

Dimanakah engkau yang kucinta

Akankah engkau datang menyapa

Gelisah ku disini tak berdaya

Menanti saat kita akan bersama

Mei, 7-2009

Aku Hanya Diam

Filed under: Keseharian Q, puisi — soekry @ 5:30 pm

Rasa rindu menyiksa batinku

Aku hanya bisa menyebutkan namamu

Tanpa bisa memandangmu

Kau begitu jauh

Hingga tangan ini tak bisa menjamahmu

Bayanganmupun tak dapat kusentuh

Aku hanya bisa menangis dalam hati

Menjerit dalam kebisuan

Lelah sudah aku menanti

Ku ingin kau tahu

Penderitaan ku saat ini

Jangan biarkan aku

Menjumpai kematian

Di depan gerbang kerindun

Namun……

Disaat kau begitu jauh

Hingga mata ini tak berkedip sedikitpun

Aku hanya diam

Membisu seribu bahasa

Lidahku keluh

Bibirku terkatup

Tak satupun kata dapat kuucap

Mei, 2-2009

Indahnya Fatamorgana

Filed under: puisi — soekry @ 9:29 am

aku terjatuh
untuk ke sekian kalinya
hatiku melepuh
terbakar asmara

rasa rindu yang tak tentu
rasa suka yang tak biasa

merdu melodi lagu semu
kudengar dari getaran pita suara
nyata indahnya fatamorgana
kulihat di depan mata

tapi tersadar ku dari mimpi
mimpi panjang tiada henti
yang membunuhku perlahan
tapi pasti

segera halalkan kami ya Robbi
jika itu terbaik untukku
juga untuk dirinya
berikan petunjukmu ya Robbi
agar kami tak jadi ragu
langkah untuk selanjutnya

http://19bee.blogspot.com/